Atlet Disabilitas Intelektual DIY Siap Raih Prestasi Gemilang di PESONAS 2026

Yogyakarta menjadi saksi persiapan 12 atlet penyandang disabilitas intelektual dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang siap berkompetisi dalam Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II SOIna 2026. Acara ini akan berlangsung di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 14-18 Oktober 2026. Menyongsong keberangkatan mereka, Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan seluruh atlet dan pendamping selama mengikuti kompetisi hingga kembali ke Yogyakarta.
Pesan Inspiratif dari Wakil Gubernur
Pada kesempatan pamitan kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) DIY di Ndalem Ageng, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, pada Jumat, 9 Oktober, Sri Paduka menyampaikan harapan yang tulus untuk para atlet. Ia menyambut baik keikutsertaan kembali para atlet DIY dalam ajang olahraga ini, sembari mengajak masyarakat, terutama orang tua, untuk memberikan dukungan kepada anak-anak mereka dalam mengembangkan potensi tanpa merasa perlu menyembunyikan kondisi disabilitas yang dimiliki.
“Kami berharap agar anak-anak disabilitas intelektual ini dapat mengembangkan diri mereka. Melalui ajang seperti PESONAS, mereka memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi. Kesehatan mereka adalah prioritas, terutama di tengah cuaca panas ini, agar tidak mengalami dehidrasi,” ungkap Sri Paduka dengan penuh perhatian.
Pentingnya Keberanian dalam Berkompetisi
Wakil Gubernur menekankan bahwa keberanian untuk berpartisipasi dan kesempatan untuk berkompetisi adalah hal yang paling penting dalam ajang ini. Meskipun meraih gelar juara tentu menjadi harapan, pengalaman bertanding juga memiliki nilai yang sangat berarti bagi para atlet dalam menunjukkan kemampuan mereka dan mengembangkan diri.
Di samping itu, Sri Paduka juga mengingatkan para pelatih dan ofisial untuk memahami kebutuhan unik setiap atlet. Hal ini mencakup perhatian terhadap kebiasaan tertentu yang penting selama mereka mengikuti kegiatan kompetisi.
Perhatian Khusus untuk Setiap Atlet
“Setiap atlet memiliki kebiasaan yang sudah diketahui oleh pelatih masing-masing. Saya berharap hal ini dapat diperhatikan dengan baik. Selamat bertanding dan semoga semuanya berjalan lancar, sehingga semua dapat kembali dengan sehat,” tambah Sri Paduka dengan semangat.
Partisipasi Kedua dari DIY dalam PESONAS
Ketua SOIna DIY, Danang Maharsa, menyampaikan bahwa partisipasi tahun ini menandai keikutsertaan kedua kalinya bagi DIY dalam PESONAS. Sebelumnya, kontingen DIY juga berpartisipasi dalam PESONAS I yang diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah, pada tahun 2022.
PESONAS II SOIna 2026 akan diikuti oleh 25 provinsi dengan lebih dari 1.000 atlet. Kontingen DIY yang terdiri dari 12 atlet ini akan didampingi oleh enam pelatih dan dua ofisial, bersaing dalam empat cabang olahraga, yaitu atletik, boccia, bulu tangkis, dan tenis meja.
Rincian Kontingen DIY
“Kami mengirimkan 12 atlet yang akan berkompetisi di empat cabang olahraga, yakni atletik, boccia, bulu tangkis, dan tenis meja. Kehadiran kami di sini adalah untuk meminta doa restu agar kami bisa membawa nama DIY dengan prestasi yang maksimal,” jelas Danang dengan optimisme.
Harapan untuk Target yang Realistis
Danang menegaskan bahwa kontingen DIY tidak menetapkan target kemenangan yang spesifik. Namun, dengan mempertimbangkan pencapaian sebelumnya, mereka berharap untuk bisa masuk dalam 10 besar, mengingat pada PESONAS 2022 lalu, DIY berhasil meraih posisi di tiga besar.
“Kami tidak ingin membebani atlet kami dengan target yang terlalu tinggi. Kami hanya berharap mereka dapat memberikan penampilan terbaik mereka, dan jika memungkinkan, bisa mencapai 10 besar,” ungkapnya.
Antusiasme di Kalangan Atlet
PESONAS II diharapkan akan menjadi ajang bersejarah, di mana para atlet disabilitas intelektual dari berbagai provinsi dapat menunjukkan bakat dan kemampuan mereka. Dengan dukungan yang kuat dari masyarakat dan pemerintah, diharapkan para atlet DIY dapat berprestasi dan mengharumkan nama daerah.
Potensi DIY sebagai Tuan Rumah
Dengan partisipasi yang signifikan, Danang juga berharap bahwa suatu saat, DIY dapat dipercaya untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan PESONAS. Ini akan menjadi langkah maju untuk menunjukkan potensi daerah dalam mengorganisir event-event besar.
“Kami optimis PESONAS II ini, yang akan diikuti oleh 25 provinsi dengan lebih dari 1.000 atlet, dapat berjalan sukses. DIY memiliki potensi yang besar, dan kami berharap dapat menjadi tuan rumah di masa depan,” imbuhnya.
Gerakan SOIna dan Perannya dalam Masyarakat
Special Olympics Indonesia (SOIna) adalah gerakan yang bertujuan untuk membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas intelektual agar dapat berpartisipasi aktif dalam masyarakat. Organisasi ini berupaya mendorong mereka untuk menjadi individu yang produktif, diakui, dan dihargai sebagai bagian dari komunitas yang setara.
Salah satu kriteria untuk menjadi atlet dalam SOIna adalah memiliki skor IQ 70 atau di bawahnya. Melalui program-program yang diselenggarakan, SOIna tidak hanya berfokus pada aspek olahraga, tetapi juga pada pengembangan karakter dan kepercayaan diri para atlet.
Manfaat Berpartisipasi dalam SOIna
Berpartisipasi dalam SOIna memberikan banyak manfaat bagi atlet disabilitas intelektual, antara lain:
- Peningkatan keterampilan sosial dan komunikasi
- Peningkatan rasa percaya diri
- Peningkatan kebugaran fisik
- Peluang untuk berinteraksi dengan atlet lain
- Pengakuan atas prestasi yang diraih
Melalui ajang seperti PESONAS, para atlet memiliki kesempatan untuk menunjukkan bakat mereka dan mendapatkan pengakuan yang layak. Ini tentunya akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi atlet itu sendiri, tetapi juga bagi masyarakat sekitar.
Dalam menghadapi PESONAS II, semangat dan dukungan dari semua pihak sangat diperlukan untuk memastikan bahwa para atlet disabilitas intelektual dari DIY dapat berprestasi dan menginspirasi banyak orang. Dengan persiapan yang matang dan dukungan yang kuat, diyakini mereka akan mampu meraih prestasi gemilang yang diharapkan.
➡️ Baca Juga: Crisis Core: Final Fantasy VII Reunion Hadirkan Petualangan Zack Fair di Nintendo Switch 2
➡️ Baca Juga: Maskapai Diharapkan Memenuhi Kewajiban Hak Penumpang Secara Optimal




