‘Boots on the Ground’: AS Bersiap Mengirim Pasukan Khusus untuk Menerobos ke Fasilitas Nuklir Iran
— Paragraf 1 —
WASHINGTON DC – Pemerintahan Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan pengerahan pasukan khusus ke Iran untuk mengamankan persediaan uranium yang sangat diperkaya (highly enriched uranium/HEU), yang menurut para ahli dapat digunakan untuk membuat setidaknya 10 hulu ledak nuklir
— Paragraf 2 —
Dari The Guardian, mencegah Iran memperoleh bom adalah salah satu tujuan perang yang dinyatakan Trump, dan stok HEU 440 kg merupakan ancaman nuklir terbesar karena dapat diubah menjadi uranium tingkat senjata dengan relatif mudah. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, telah mengatakan kepada Kongres bahwa “orang-orang harus pergi dan mengambilnya” atau diistilahkan “Boots on the Ground” (pasukan yang benar-benar terjun bertempur di medan perang)
— Paragraf 3 —
Rubio tidak menjelaskan lebih detail, tetapi ada laporan dari AS dan Israel tentang diskusi antara kedua negara mengenai bagaimana misi semacam itu dapat dilakukan oleh pasukan khusus dari salah satu atau kedua militer. Namun, para ahli nuklir mengatakan bahwa kompleksitas dan risiko yang terlibat akan sangat besar.
— Paragraf 4 —
Rafael Grossi, direktur jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), mengatakan pada hari Senin bahwa badan pengawas PBB tersebut meyakini bahwa 200 kilogram persediaan HEU Iran berada di terowongan dalam kompleks nuklir mereka di luar kota Isfahan. Ia menambahkan bahwa ada “sejumlah” HEU lainnya di pusat nuklir lain di Natanz, tempat Iran telah membangun fasilitas baru yang diperkuat dan terkubur dalam yang disebut Kuh-e Kolang Gaz La, yang dikenal oleh analis Barat sebagai Gunung Pickaxe.
— Paragraf 5 —
HEU berbentuk uranium heksafluorida, yang padat pada suhu kamar tetapi berubah menjadi gas saat dipanaskan sehingga dapat diperkaya lebih lanjut. Diperkirakan disimpan dalam wadah logam yang masing-masing berukuran sebesar tabung oksigen selam, yang disimpan di dalam sumur yang dalam.
— Paragraf 6 —
Pasukan khusus AS dan Israel telah lama berlatih untuk misi mengekstraksi material nuklir dari lingkungan yang tidak bersahabat, dan AS telah mengembangkan peralatan, yang dikenal sebagai Fasilitas Uranium Bergerak (Mobile Uranium Facility ), yang dirancang untuk menampung dan memindahkan uranium yang sangat tinggi (HEU). Namun, mengerahkan peralatan tersebut bersama dengan para spesialis dan pasukan untuk melindungi mereka akan melibatkan operasi darat besar-besaran di setidaknya dua lokasi, keduanya berada jauh di pedalaman Iran.
— Paragraf 7 —
“Itu akan sulit. Tempat itu cukup terlindungi dan ukurannya besar serta berat, jadi Anda tidak bisa begitu saja masuk dan mengambilnya,” kata Jeffrey Lewis, seorang ahli proliferasi nuklir di Middlebury Institute of International Studies di Monterey.
— Paragraf 8 —
“Apakah pesawat angkut militer C-17 akan mendarat di gurun dan Anda akan membuat perimeter keamanan dan derek akan mengangkutnya? Atau mungkin Anda masuk dan meledakkannya dan membuat kekacauan? Semua pilihan ini tampak tidak masuk akal bagi saya,” kata Lewis
— Paragraf 9 —
Saat ditanya mengenai masalah ini pada hari Sabtu, Donald Trump mengakui kendala yang ada, dan mengisyaratkan bahwa operasi semacam itu belum akan segera dilakukan.
— Paragraf 10 —
Presiden mengatakan pasukan AS tidak akan dikirim sampai pasukan pertahanan Iran “benar-benar hancur sehingga mereka tidak mampu bertempur di darat”.
— Paragraf 11 —
Dia tidak menampik kemungkinan operasi darat untuk mengamankan material nuklir, tetapi mengatakan bahwa itu akan dilakukan pada tahap selanjutnya dalam konflik tersebut.
— Paragraf 12 —
“Mungkin suatu saat nanti kita akan melakukannya,” katanya. “Kita belum mengusahakannya. Kita tidak akan melakukannya sekarang. Mungkin kita akan melakukannya nanti.”
— Paragraf 13 —
Para kritikus pemerintahan menyatakan keheranan bahwa misi untuk mengamankan HEU tampaknya tidak dipikirkan matang-matang sebelum perang diluncurkan. Seorang anggota Kongres dari Partai Demokrat, Bill Foster, keluar dari pengarahan rahasia tentang perang pekan lalu dan mengatakan bahwa dia tidak mendengar apa pun tentang rencana untuk mengatasi kemampuan nuklir Iran.
— Paragraf 14 —
“Persediaan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran seharusnya menjadi fokus utama pemerintah. Jelas, hal itu tidak terjadi,” kata Foster.
➡️ Baca Juga: Kemacetan di Selat Hormuz Bahayakan Kelompok Rentan Dunia
➡️ Baca Juga: Perokok Harus Sadar! Empat Risiko Langsung Dari Merokok Saat Berbuka Puasa