pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

slot depo 10k slot depo 10k
Daerah

Dinnakerin Banyumas Tingkatkan Kesempatan Kerja untuk Pencari Kerja di Daerah

Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinnakerin) Kabupaten Banyumas berkomitmen untuk meningkatkan peluang kerja bagi para pencari kerja di daerah tersebut. Melalui berbagai program seperti pelatihan keterampilan, bursa kerja, pemagangan ke luar negeri, dan dukungan untuk penempatan pekerja migran, Dinnakerin berusaha mengatasi masalah pengangguran yang kian meningkat.

Pelatihan Keterampilan untuk Meningkatkan Daya Saing

Kepala Dinnakerin, Wahyu Dewanto, mengungkapkan bahwa di Purwokerto, pelatihan keterampilan dilakukan secara berkelanjutan melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Program pelatihan ini mencakup berbagai bidang, seperti menjahit, servis telepon seluler, tata rias, dan perawatan kendaraan bermotor. Kegiatan ini dirancang untuk mempersiapkan peserta agar siap memasuki dunia kerja dengan keterampilan yang relevan.

Sumber Pendanaan untuk Pelatihan

Pelatihan keterampilan ini didukung oleh anggaran yang bersumber dari beberapa sumber, termasuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN). Dengan dukungan anggaran yang memadai, Dinnakerin berupaya untuk menyediakan pelatihan yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.

Tingkat Penyerapan Kerja yang Tinggi

Menurut informasi yang disampaikan oleh Wahyu Dewanto, sekitar 80 persen peserta pelatihan berhasil mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan program. Hal ini menunjukkan efektivitas pelatihan dalam membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

Keterampilan yang Diajarkan

Pelatihan yang diberikan tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga mencakup pengembangan kemampuan non-teknis atau sikap kerja yang baik. Dengan demikian, peserta tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki sikap yang profesional saat menghadapi tantangan di tempat kerja.

Menuju Kemandirian dalam Berusaha

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta diarahkan untuk mencari pekerjaan di perusahaan atau memulai usaha mandiri. Ini adalah langkah penting dalam menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi angka pengangguran di Banyumas.

Statistik Angkatan Kerja dan Pengangguran

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah angkatan kerja di Banyumas mencapai sekitar 900 ribu orang, dengan sekitar 60 ribu orang di antaranya masih menganggur. Ini menunjukkan perlunya tindakan yang lebih efektif untuk mengatasi persoalan pengangguran di daerah tersebut.

Menyediakan Informasi Lowongan Pekerjaan

Untuk mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja, Dinnakerin menyediakan informasi lowongan pekerjaan melalui berbagai platform, termasuk media sosial dan Sistem Informasi Manajemen Ketenagakerjaan (Simak Kerja) Banyumas. Melalui pendekatan ini, diharapkan pencari kerja dapat lebih mudah menemukan peluang yang sesuai dengan keterampilan mereka.

Bursa Kerja yang Rutin Digelar

Dinnakerin juga secara rutin menyelenggarakan bursa kerja. Dalam beberapa kegiatan yang berlangsung pada tahun 2025 dan 2026, tercatat sekitar 2.500 pencari kerja berhasil mendapatkan pekerjaan. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya efektif untuk menjembatani kebutuhan pasar tenaga kerja dengan para pencari kerja.

Upaya Mengatasi Pengangguran

Wahyu Dewanto menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya untuk menangani masalah pengangguran di Banyumas dengan berbagai inisiatif. Salah satunya adalah menjalin kerja sama dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekitar 90 sekolah menengah kejuruan (SMK). Ini bertujuan untuk membantu lulusan dan alumni dalam mendapatkan peluang kerja yang lebih baik.

Program Pemagangan Internasional

Di samping itu, Dinnakerin juga memfasilitasi pemagangan ke Jepang melalui kerja sama dengan International Manpower Development Organization of Japan (IM Japan). Program magang yang berlangsung selama tiga tahun ini menawarkan potensi penghasilan yang sangat menjanjikan, dengan estimasi pendapatan antara Rp15 juta hingga Rp20 juta per bulan.

Penempatan Pekerja Migran

Selain program pelatihan dan pemagangan, Dinnakerin juga mendorong penempatan pekerja migran Indonesia melalui kolaborasi dengan sekitar 12 perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI). Ini merupakan langkah strategis untuk membantu masyarakat Banyumas mendapatkan akses ke peluang kerja di luar negeri.

Manfaat Penempatan Pekerja Migran

Program penempatan pekerja migran tidak hanya menawarkan peluang kerja, tetapi juga berpotensi meningkatkan kualitas hidup para pekerja dan keluarganya. Dengan penghasilan yang lebih tinggi, banyak dari mereka dapat memberikan kontribusi yang lebih besar pada perekonomian lokal.

Harapan untuk Masa Depan

Dengan berbagai program yang telah diluncurkan oleh Dinnakerin Banyumas, diharapkan dapat tercipta lapangan kerja yang lebih banyak dan mengurangi angka pengangguran di daerah tersebut. Melalui pelatihan, pemagangan, dan penempatan pekerja migran, Dinnakerin berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banyumas dan menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi para pencari kerja.

Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam program-program ini, baik sebagai peserta pelatihan, pemberi kerja, maupun mitra kerja sama. Bersama-sama kita dapat mewujudkan visi Banyumas sebagai daerah yang mandiri dan sejahtera.

➡️ Baca Juga: Jadwal Pencairan Bansos April 2026: PKH dan BPNT Tersedia Minggu Kedua

➡️ Baca Juga: Papua Pegunungan Luncurkan “Honai Informasi” untuk Meningkatkan Akses Layanan Publik

Related Articles

Back to top button