— Paragraf 1 —
JAKARTA – Ekspor produk perikanan menjadi salah satu peluang besar untuk memperkuat kontribusi sektor kelautan terhadap perekonomian nasional.
— Paragraf 2 —
Dengan potensi sumber daya yang melimpah dan permintaan pasar global yang terus berkembang, Indonesia perlu meningkatkan kualitas, daya saing, serta nilai tambah produk perikanan agar mampu memperluas pasar ekspor dan memberikan manfaat lebih besar bagi pelaku usaha serta nelayan.
— Paragraf 3 —
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat ekspor produk perikanan dari Sulawesi Tenggara (Sultra) mencapai 738 ton dengan nilai Rp171 miliar hingga pertengahan 2026.
— Paragraf 4 —
Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) Ishartini mengatakan kinerja ekspor perikanan tersebut turut menyokong perekonomian Sultra.
— Paragraf 5 —
“Ekspor perikanan yang disertifikasi KKP telah mampu secara signifikan menyokong perekonomian Sulawesi Tenggara dengan kontribusi volume lebih dari 2.200 ton senilai Rp313 miliar pada tahun 2025,” kata Ishartini dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (8/9).
— Paragraf 6 —
Sejumlah komoditas perikanan asal Sultra, seperti tuna, gurita, tenggiri, dan rajungan, telah dipasarkan ke berbagai negara, antara lain Amerika Serikat, Meksiko, Jepang, Australia, Singapura, Filipina, Thailand, Kanada, dan Republik Dominika.
— Paragraf 7 —
Ishartini mengatakan KKP mendampingi 17 jenis komoditas perikanan dari Sultra untuk memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan negara tujuan ekspor.
— Paragraf 8 —
Pendampingan tersebut mencakup penerapan Cara Budi daya Ikan yang Baik (CBIB), Cara Penanganan Ikan yang Baik di Atas Kapal (CPIB Kapal), Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP), serta Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP).
— Paragraf 9 —
Menurut Ishartini, efektivitas layanan sertifikasi jaminan mutu dari hulu hingga hilir yang cepat dan berbasis daring turut mendukung penerimaan produk perikanan Sultra di pasar ekspor.
— Paragraf 10 —
KKP juga mencatat selain memberikan kontribusi terhadap ekspor, aktivitas pengolahan hasil perikanan juga menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
— Paragraf 11 —
Kepala Balai Mutu Kendari Muhammad Zamrud mengatakan saat ini terdapat 15 unit pengolahan ikan (UPI) ekspor yang menyerap 1.249 tenaga kerja, dengan rincian 468 pekerja laki-laki dan 781 perempuan.
— Paragraf 12 —
KKP terus mendorong pemenuhan standar mutu hasil perikanan dari hulu hingga hilir untuk memperkuat daya saing produk perikanan Sultra sekaligus memperluas akses komoditas perikanan daerah ke pasar internasional.
➡️ Baca Juga: BNI Malang Tawarkan Medical Check Up Gratis untuk Nasabah di Hari Pelanggan Nasional
➡️ Baca Juga: Bocah Ajaib Indonesia Qarrar Firhand Dekati Gelar Juara WSK Euro Series di Italia
