GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, bersama rombongan Forkopimda, menerjang medan yang sulit di Kecamatan Pinogu, Kabupaten Bone Bolango, dengan memanfaatkan jasa lebih dari seratus pengemudi ojek lokal pada 22–23 September 2026. Inisiatif ini tidak hanya menunjukkan dukungan gubernur terhadap transportasi lokal, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.
Peran Ojek dalam Mendorong Ekonomi Lokal
Ketua Asosiasi Pengemudi Ojek Pinogu, Susanto Hadju, mengungkapkan bahwa lebih dari seratus sepeda motor dikerahkan untuk mengangkut Gubernur Gusnar Ismail dan rombongan, termasuk perwakilan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta Pemerintah Kabupaten Bone Bolango. Aksi ini menggambarkan betapa pentingnya jasa ojek dalam mendukung mobilitas di wilayah terpencil.
Setiap pengemudi ojek menerima tarif sebesar Rp400 ribu untuk perjalanan satu arah, dan Rp800 ribu untuk perjalanan pulang-pergi. Dengan lebih dari seratus kendaraan yang terlibat, total nilai transaksi jasa transportasi dalam kegiatan ini diperkirakan mencapai setidaknya Rp80 juta. Ini merupakan angka yang signifikan untuk perekonomian lokal.
Manfaat Ekonomi dari Kegiatan Gubernur
“Kami merasa bangga dan bersyukur atas kunjungan Bapak Gubernur ke Kecamatan Pinogu. Kegiatan ini telah memberikan dampak langsung terhadap pendapatan kami sebagai pengemudi ojek,” kata Susanto di tengah perjalanan pulang pada Rabu (23/9). Tarif yang ditetapkan membuat pengemudi merasa diuntungkan, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya dukungan pemerintah terhadap sektor transportasi lokal.
Namun, Susanto juga mencatat bahwa jumlah rombongan yang cukup besar membuat pengemudi ojek Pinogu kesulitan memenuhi semua permintaan transportasi. Beberapa pengemudi yang biasanya melayani jalur menuju lokasi pertambangan pun turut dilibatkan untuk membantu mengangkut rombongan tersebut. “Ojek Pinogu saja tidak cukup, terpaksa saya panggil ojek tambang. Jika ke tambang, tarifnya hanya Rp200 ribu,” imbuhnya.
Transportasi sebagai Solusi Mobilitas
Perputaran uang yang terjadi selama kegiatan ini menunjukkan bahwa akses menuju Pinogu bukan hanya sekadar masalah konektivitas wilayah, melainkan juga menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat yang bergantung pada pendapatan dari jasa transportasi. Ojek menjadi moda transportasi yang sangat penting bagi masyarakat setempat untuk keluar dan masuk ke Pinogu.
Jalur yang dilalui ojek melewati kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW), yang terkenal dengan kondisi jalan yang terjal dan berbatu. Hal ini memerlukan keterampilan berkendara khusus dari pengemudi, serta kendaraan yang telah dimodifikasi agar mampu melintasi rute tersebut dengan aman.
Modifikasi Kendaraan untuk Medan Ekstrem
Kondisi medan yang sulit mengharuskan pengemudi ojek di Pinogu untuk melakukan modifikasi pada sepeda motor mereka. Modifikasi ini penting agar kendaraan dapat bertahan dan berfungsi dengan baik dalam menghadapi tantangan jalan yang ekstrem. Pengemudi juga dituntut untuk memiliki pengetahuan teknis dalam menangani masalah kendaraan yang mungkin muncul selama perjalanan.
Susanto menambahkan bahwa pengalaman menghadapi medan yang berat membuat pengemudi ojek Pinogu terlatih untuk melakukan perbaikan kendaraan secara mandiri ketika mengalami kerusakan di tengah perjalanan. Ini adalah salah satu keterampilan yang sangat dibutuhkan, mengingat medan yang dilalui sering kali cukup menantang.
Beberapa kendaraan bahkan sempat mengalami mogok di tengah kawasan hutan saat rombongan dalam perjalanan, tetapi pengemudi dengan cekatan mampu menangani situasi tersebut. Hal ini menunjukkan betapa terampil dan tangguhnya pengemudi ojek di daerah tersebut.
Peran Ojek dalam Mobilitas Masyarakat
Kehadiran rombongan pemerintah yang menggunakan jasa pengemudi lokal menegaskan peran penting ojek sebagai salah satu penopang mobilitas masyarakat di Kecamatan Pinogu. Dengan akses kendaraan roda empat yang belum sepenuhnya menjangkau wilayah tersebut, ojek menjadi pilihan transportasi utama bagi masyarakat.
Ojek tidak hanya sekadar alat transportasi, tetapi juga berfungsi sebagai penghubung antara masyarakat dan berbagai layanan pemerintahan. Dengan demikian, dukungan pemerintah terhadap pengemudi ojek sangat krusial untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah terpencil.
Inisiatif untuk Meningkatkan Kualitas Transportasi
Upaya gubernur dalam menggunakan ojek untuk menjangkau daerah sulit diharapkan dapat mendorong inisiatif lebih lanjut untuk meningkatkan infrastruktur transportasi di Pinogu. Dukuangan ini juga dapat memberikan motivasi kepada pengemudi ojek untuk terus meningkatkan layanan dan kemampuan mereka.
Inisiatif ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat konektivitas antar wilayah, serta memberdayakan masyarakat lokal dalam sektor transportasi. Dengan cara ini, diharapkan perekonomian masyarakat Pinogu dapat semakin berkembang dan mandiri.
Kesimpulan
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, melalui penggunaan ojek modifikasi dalam kunjungannya ke Kecamatan Pinogu, telah menunjukkan komitmen nyata terhadap pengembangan ekonomi lokal. Peran ojek dalam mendukung mobilitas masyarakat dan menciptakan peluang ekonomi merupakan aspek penting yang perlu terus diperhatikan dan dikembangkan. Dengan dukungan yang tepat, ojek dapat menjadi salah satu pilar dalam pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
➡️ Baca Juga: Aturan Pajak Mobil Listrik 2026: Apakah Masih Ada Kebebasan Biaya?
➡️ Baca Juga: Basket Mengubah Hidup Neymi Naftalie: Dari Mager Menjadi Penuh Ambisi Besar
