Di ibukota Indonesia, Jakarta, PT Indosat Tbk, perusahaan telekomunikasi digital terkemuka yang juga populer dengan nama Indosat Ooredoo Hutchison, telah merangkul Ericsson untuk mengembangkan platform monetisasi dan layanan inovatif bagi lebih dari 100 juta pelanggan mereka.
Mereka berkomitmen untuk memperdalam kerja sama mereka dalam rangka menghadirkan layanan digital yang lebih cepat, fleksibel, dan personal kepada pelanggan Indosat yang berjumlah jutaan.
Dalam rangkaian acara Mobile World Congress (MWC) 2026, yang diadakan di Barcelona, Spanyol, kerja sama antara dua perusahaan tersebut diresmikan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada tanggal 4 Maret 2036.
Dalam kerja sama tersebut, mereka akan memanfaatkan Digital Monetization Platform (DMP), sebuah platform monetisasi digital full-stack pertama di dunia yang dirancang khusus untuk melayani pelanggan Indosat di seluruh Indonesia.
DMP ini merupakan bagian dari portofolio Sistem Pendukung Bisnis (BSS) Ericsson.
Dengan platform inovatif ini, Indosat dapat menawarkan layanan digital dan 5G dengan lebih cepat, menyederhanakan pilihan produk untuk lebih jelas dan fleksibel bagi pelanggan, mempercepat peluncuran layanan baru, dan menguatkan pengembangan layanan bisnis (B2B).
“Kerja sama strategis dengan Ericsson ini menjadi tonggak penting dalam transformasi digital Indosat,” kata Vikram Sinha, President Director dan Chief Executive Officer Indosat, seperti dikutip dari InfoDigital.co.id, pada hari Kamis, 5 Maret 2026.
Dia menambahkan, bersama Ericsson, Indosat sedang membangun platform monetisasi yang terintegrasi secara menyeluruh dan siap untuk masa depan, dengan tujuan untuk memperkuat pondasi pertumbuhan berkelanjutan.
Platform ini akan memungkinkan Indosat untuk menghadirkan layanan digital yang lebih cepat dan fleksibel kepada pelanggan, sambil juga memperkuat kapabilitas layanan B2B.
“Kolaborasi ini juga mendukung salah satu migrasi telekomunikasi terbesar di dunia, dengan mengintegrasikan jutaan pelanggan Hutch ke dalam sistem Indosat DMP secara mulus,” tambahnya.
Nora Wahby, President Director Ericsson Indonesia, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan komitmen jangka panjang untuk mendukung keberlangsungan bisnis Indosat dan membangun dasar monetisasi digital yang dapat berkembang.
“Dengan fleksibilitas DMP, Indosat dapat terus beradaptasi dengan model bisnis baru tanpa harus membangun ulang sistem, menjadikannya investasi teknologi yang memberikan nilai jangka panjang,” ungkap Nora Wahby.
Seiring dengan penandatanganan MoU tersebut, Indosat dan Ericsson juga mengumumkan peluncuran Flash, antarmuka berbasis AI dan cloud untuk pelanggan.
Flash adalah antarmuka berbasis AI dan cloud yang dibangun dengan dukungan Ericsson Catalog Manager. Flash memungkinkan tim bisnis bekerja lebih mandiri dalam merancang dan mengembangkan produk dan layanan.
➡️ Baca Juga: Hello world!
➡️ Baca Juga: Google Hapus Biaya 30 Persen untuk Toko Aplikasi dan Izinkan Toko Aplikasi Pihak Ketiga
