Inovasi Perikanan Oleh Undana untuk Mencegah Kemiskinan Warga Pesisir

Inovasi dalam bidang perikanan kini menjadi kunci utama dalam upaya meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya yang ada. Dalam konteks ini, pemanfaatan teknologi terkini, penggunaan pakan yang lebih efisien, serta pengembangan budidaya berbasis data menjadi langkah-langkah strategis yang dapat mengurangi biaya, meningkatkan kualitas, dan memperluas nilai tambah produk perikanan.

Pentingnya Inovasi dalam Sektor Perikanan

Tanpa adanya inovasi, sektor perikanan berisiko terjebak dalam siklus produktivitas yang rendah dan ketergantungan pada cara-cara produksi yang konvensional. Oleh karena itu, inisiatif-inisiatif inovatif sangat diperlukan untuk mengubah paradigma ini, memastikan bahwa sektor perikanan tidak hanya berkelanjutan tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya di daerah pesisir.

Upaya Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan Universitas Nusa Cendana

Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan (FPKP) Universitas Nusa Cendana (Undana) di Kupang berkomitmen untuk menerapkan inovasi berbasis perikanan guna meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Salah satu fokus utama dari kegiatan ini adalah mendukung upaya penanganan masalah stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Inovasi Penelitian Rumput Laut

Mahasiswa program Studi Budidaya Perairan FPKP Undana, Megi Agustina Messakh, menjelaskan bahwa terdapat dua inovasi utama yang sedang dikembangkan. Pertama adalah penelitian mengenai penggunaan larutan NPK pada bibit rumput laut, yang bertujuan untuk mengurangi penyakit ice-ice yang mengganggu pertumbuhan rumput laut di perairan Pasir Panjang, Kota Kupang.

Dalam penelitian ini, bibit Eucheuma cottonii direndam menggunakan larutan NPK sebelum ditanam. Langkah ini diambil untuk mengevaluasi efektivitas larutan tersebut dalam mencegah pemucatan thallus, meningkatkan ketahanan terhadap kerapuhan, serta mengurangi penurunan kadar karaginan yang terkait dengan penyakit ice-ice.

Metodologi Penelitian dan Pengamatan

Pengamatan terhadap pertumbuhan rumput laut dan intensitas gejala penyakit dilakukan secara langsung di lokasi budidaya dengan menggunakan perahu kayu. Ini memungkinkan tim peneliti untuk mendapatkan data yang akurat dan relevan mengenai kondisi di lapangan.

Megi menambahkan, “Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi teknis yang efektif untuk perlakuan awal bibit, sehingga dapat meningkatkan ketahanan rumput laut terhadap penyakit ice-ice, serta mendukung keberlanjutan usaha budidaya di pesisir NTT.”

Program Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Oinlasi

Selain penelitian rumput laut, FPKP Undana juga melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang fokus pada budidaya ikan air tawar menggunakan kolam terpal di Desa Oinlasi, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Program ini dilaksanakan oleh tim dosen yang dipimpin oleh Dr. Ade Y.H. Lukas dan Tania Nilakandhi, bersama tiga dosen dan tiga mahasiswa sebagai fasilitator.

Penerapan Teknologi Kolam Terpal

Pemilihan teknologi kolam terpal dalam program ini didasarkan pada beberapa keuntungan, seperti kemampuan untuk diterapkan pada lahan terbatas, efisiensi dalam penggunaan air, serta biaya yang relatif terjangkau. Selain itu, teknologi ini juga mudah diterapkan oleh masyarakat di sekitar rumah mereka.

Hasil Evaluasi dan Peningkatan Pengetahuan

Hasil evaluasi dari program PkM menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta tentang Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dan pengelolaan kualitas air. Sebelum program, tingkat pemahaman peserta hanya 32,4 persen, namun setelah program, angka tersebut meningkat menjadi 86,8 persen.

Manfaat Sosial dan Ekonomi bagi Masyarakat

Ikan yang dibudidayakan di kolam terpal di pekarangan rumah diharapkan dapat menjadi sumber protein hewani bagi keluarga, khususnya bagi anak balita yang membutuhkan asupan gizi yang baik. Selain itu, program ini juga memberikan peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan pendapatan tambahan, meningkatkan taraf hidup mereka.

Melalui inovasi perikanan yang diterapkan oleh Undana, diharapkan masyarakat pesisir dapat lebih mandiri dan tidak tergantung pada pola produksi yang lama. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan sumber daya alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kesimpulan: Transformasi Melalui Inovasi

Inovasi perikanan yang diterapkan oleh Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan Universitas Nusa Cendana merupakan langkah penting dalam mencegah kemiskinan di kalangan warga pesisir. Dengan pemanfaatan teknologi modern dan pendekatan berbasis data, masyarakat dapat diharapkan untuk mengalami peningkatan yang signifikan baik dari segi ekonomi maupun kualitas hidup. Inisiatif ini menjadi contoh bagaimana pendidikan tinggi dapat berkontribusi secara langsung pada pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan sumber daya perikanan di NTT.

➡️ Baca Juga: Bank Mandiri Memberangkatkan 10.000 Pemudik Secara Gratis untuk Berbagi Kebaikan

➡️ Baca Juga: Live Skor! Indonesia Kalah Tipis 0-1 dari Bulgaria, Dua Peluang Nyaris Menyamakan Kedudukan

Exit mobile version