Kemenperin Dorong Temu Bisnis untuk Perluas Kerja Sama IKM Kerajinan Nasional

Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk memperkuat pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan nasional dengan cara meningkatkan akses pasar dan memperkuat jaringan kemitraan. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah melalui program business matching, yang bertujuan untuk mempertemukan pelaku IKM dengan calon pembeli, mitra industri, serta pemangku kepentingan lainnya.
Strategi Peningkatan Jaringan Pemasaran
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan bahwa kegiatan temu bisnis merupakan salah satu strategi penting dalam memperluas jaringan pemasaran. Langkah ini tidak hanya membuka peluang kemitraan tetapi juga membawa manfaat besar bagi pelaku IKM, terutama di sektor kerajinan.
Dalam forum business matching, para pelaku IKM kerajinan memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para calon pembeli dan mitra industri. Menperin menyatakan, “Kegiatan ini tidak hanya membuka peluang kerja sama yang lebih luas, tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat ekosistem industri kerajinan nasional agar semakin kompetitif.” Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk kerajinan Indonesia di pasar global.
Pentingnya Identitas Budaya dalam Kerajinan
Industri kerajinan di Indonesia dikenal memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya bangsa. Menperin menambahkan bahwa kreativitas dan keahlian para perajin merupakan keunggulan yang perlu dimaksimalkan.
- Kreativitas yang unik dan beragam
- Kekayaan budaya yang mendalam
- Keterampilan tinggi dari para perajin
Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan daya saing sektor ini melalui berbagai program pembinaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuka akses pasar yang lebih luas dan berkelanjutan melalui kegiatan business matching.
Pentingnya Konektivitas antara Pelaku IKM dan Mitra Industri
Menperin menggarisbawahi bahwa penguatan konektivitas antara pelaku IKM dengan buyer dan mitra industri adalah faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan industri kerajinan nasional. Sinergi dengan sektor hospitality juga membuka peluang baru untuk memanfaatkan produk kerajinan dalam dekorasi interior, furnitur, serta kebutuhan operasional hotel dan restoran.
Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) mengadakan kegiatan Business Matching IKM Kerajinan 2026 di Yogyakarta pada 10 Maret 2026. Acara ini dirancang untuk mempertemukan para pelaku IKM kerajinan dengan berbagai calon pembeli, mitra industri, asosiasi, dan pemangku kepentingan dari sektor hospitality seperti hotel dan restoran.
Strategi Perluasan Jaringan Pemasaran
Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menjelaskan bahwa kegiatan business matching merupakan salah satu strategi penting Ditjen IKMA dalam memperluas jaringan pemasaran. Selain itu, kegiatan ini juga berfokus pada peningkatan kesiapan IKM untuk memasuki pasar yang lebih luas.
Melalui kegiatan ini, pelaku IKM kerajinan dapat lebih memahami kebutuhan pasar secara komprehensif. Reni menegaskan, “Kegiatan ini bukan hanya sekadar forum pertemuan bisnis, tetapi juga ruang pembelajaran bagi pelaku IKM.” Ini adalah kesempatan bagi mereka untuk memperluas wawasan dan pengalaman yang berguna dalam pengembangan usaha.
Menembus Pasar Ekspor
Direktur Jenderal IKMA juga menambahkan bahwa produk kerajinan Indonesia telah membuktikan diri mampu menembus pasar ekspor dengan performa yang positif. Berdasarkan data dari Kemenperin, nilai ekspor produk kerajinan Indonesia pada tahun 2025 mencapai USD806,63 juta, meningkat sebesar 15,46 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD698,62 juta.
- Pasar utama: China
- Pasar utama: Taiwan
- Pasar utama: Amerika Serikat
- Pasar utama: Jepang
- Pasar utama: Negara-negara Eropa
Peningkatan kinerja ekspor ini menunjukkan bahwa produk kerajinan nasional memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang di pasar global. Reni menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk, inovasi desain, dan konsistensi dalam kualitas produksi untuk terus memperkuat jaringan pemasaran di kalangan pelaku IKM kerajinan.
Partisipasi dalam Kegiatan Business Matching
Kegiatan Business Matching IKM Kerajinan 2026 dihadiri oleh 50 pelaku IKM kerajinan dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, acara ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti perwakilan kementerian, lembaga, asosiasi industri, serta sektor hospitality yang berpotensi menjadi pengguna produk kerajinan lokal.
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kemenperin, Budi Setiawan menekankan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar forum pertemuan bisnis. Ia menjelaskan bahwa acara tersebut menjadi kesempatan untuk pelaku IKM untuk belajar dan memahami kebutuhan pasar dengan lebih baik.
Dengan demikian, kegiatan business matching ini menjadi langkah strategis dalam membangun hubungan yang saling menguntungkan antara pelaku IKM kerajinan dan berbagai pemangku kepentingan. Upaya ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri kerajinan nasional dan meningkatkan daya saing produk kerajinan Indonesia di pasar global.
➡️ Baca Juga: Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Terima Kunjungan Wakil PM Australia Richard Marles di Jakarta
➡️ Baca Juga: Jaecoo Konsolidasikan Jaringan di Jabodetabek dengan Membuka Dealer Resmi di Karawaci



