Musim Mas Tingkatkan Respons Penanganan dan Pencegahan Karhutla di Kalimantan Tengah

Dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus meningkat, Musim Mas Group berkomitmen untuk memperkuat respons dan pencegahan di Kalimantan Tengah. Sejak 8 Juli 2026, perusahaan ini telah mengerahkan lebih dari 1.000 personel pemadam kebakaran, dilengkapi dengan 16 unit mobil pemadam dan satu helikopter untuk mendukung operasi penyiraman dari udara. Langkah-langkah ini tidak hanya terfokus pada wilayah operasional, tetapi juga menjangkau banyak desa di sekitar area tersebut. Hingga kini, tim pemadam Musim Mas telah memberikan bantuan penanganan kebakaran di 13 desa, termasuk Sebabi, Kenyala, dan Tanah Putih, di mana mereka berupaya mengatasi dampak kebakaran yang merugikan masyarakat.

Strategi Penanganan Karhutla

Memasuki musim kemarau yang kering, kondisi cuaca yang ekstrem telah menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan karhutla. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa fenomena El Niño yang kuat diprediksi akan berlangsung hingga awal 2027. Dalam menghadapi tantangan ini, Musim Mas Group berfokus pada kesiapsiagaan dan respons cepat untuk mengurangi dampak kebakaran.

Bangun Hapsoro, Manager Survey Musim Mas Group sekaligus Koordinator Penanggulangan Karhutla di Kalimantan, mengungkapkan bahwa penanganan kebakaran dilakukan melalui kombinasi berbagai metode. “Kami tidak bisa bergantung pada satu cara saja. Kami menggunakan pendekatan dari darat, mendukung dengan water bombing untuk area yang sulit dijangkau, serta memanfaatkan alat berat untuk membangun sekat-sekat agar api tidak meluas,” jelasnya.

Pemadaman dari Udara dan Darat

Musim Mas Group mengoperasikan helikopter dengan bambi bucket berkapasitas 800 liter air, yang mampu melakukan penyiraman hingga 30 kali dalam sehari jika diperlukan. Water bombing dilakukan untuk menangani titik api yang sulit diakses, sementara tim pemadam di darat bertugas melakukan pendinginan hingga api benar-benar padam.

Tantangan dalam Penanganan Karhutla

Salah satu tantangan utama yang dihadapi tim pemadam adalah ketersediaan sumber air. Banyak sumber air seperti kolam dan sungai mengalami penyusutan akibat kondisi cuaca yang kering. “Sumber air yang jauh menjadi kendala utama dalam pemadaman. Oleh karena itu, kami berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya yang ada,” tambah Bangun.

Lebih dari 1.000 karyawan Musim Mas terlibat dalam regu pemadam, yang bekerja secara bergiliran selama lebih dari dua bulan. Suparman, Asisten Kepala Training Center Musim Mas, mengungkapkan bahwa keterlibatan dalam penanganan karhutla merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. “Kami bekerja keras agar api cepat padam, udara kembali bersih, dan masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman,” ujarnya.

Perhatian Terhadap Kesehatan Masyarakat

Pemadaman karhutla tidak hanya berfokus pada api, tetapi juga dampak asap terhadap kesehatan masyarakat. Musim Mas Group telah membuka lima posko kesehatan gratis di Kotawaringin Timur bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. Posko ini bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak asap, dengan dokter perusahaan, dr. Yulin Effendi, sebagai koordinatornya.

Kerja Sama Antara Berbagai Pihak

Pentingnya kolaborasi dalam penanganan karhutla juga disampaikan oleh Rihel Magat, Plh. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur. Ia menekankan bahwa penanganan kebakaran hutan memerlukan keterlibatan dari berbagai pihak. “Penanganan karhutla membutuhkan kelompok kerja yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta,” katanya.

Musim Mas Group tidak hanya terlibat dalam pemadaman, tetapi juga mendukung masyarakat dengan menyediakan peralatan pemadam seperti mesin pompa air dan perlengkapan lainnya. Bantuan ini bertujuan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat agar dapat melakukan penanganan awal ketika kebakaran terjadi.

Langkah Pencegahan yang Diterapkan

Selain respons terhadap kebakaran, Musim Mas juga aktif dalam upaya pencegahan. Perusahaan menerapkan Zero Burning Policy, yang melarang penggunaan api dalam pengelolaan lahan. Kebijakan ini didukung oleh sistem deteksi dini, patroli rutin, serta pelatihan personel secara berkala.

Inisiatif Masyarakat Bebas Api

Musim Mas juga melibatkan masyarakat dalam program Masyarakat Bebas Api (MBA) yang telah dilaksanakan sejak 2016. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Edukasi mengenai praktik pembukaan lahan tanpa bakar menjadi salah satu fokus utama program ini.

Dengan pendekatan ini, Musim Mas berupaya membangun kesiapsiagaan dan kepedulian bersama dalam mencegah kebakaran. Mereka juga memberikan penghargaan kepada desa-desa yang berhasil bebas dari api selama satu tahun penuh, sebagai bentuk apresiasi atas upaya tersebut.

Musim Mas Group menganggap bahwa penanganan karhutla bukan sekadar soal pemadaman api, tetapi juga tentang menjaga kesiapan tim, memberikan dukungan kepada masyarakat, dan memperkuat upaya pencegahan untuk mengurangi risiko kebakaran. Dalam situasi yang menantang ini, kerja sama antara berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan dalam melawan karhutla di Kalimantan Tengah.

➡️ Baca Juga: Jadwal dan Saluran Siaran Pertandingan Pramusim 2026: Schalke vs Real Madrid

➡️ Baca Juga: Mengapa 4 September Ditetapkan sebagai Hari Pelanggan Nasional? Simak Sejarahnya di Sini

Exit mobile version