Musisi Medan Nuh Kolaborasi dengan Basboi dalam Single “Yank” yang Memperkenalkan Album Kedua

Musisi Medan, Nuh, kembali meramaikan industri musik Indonesia dengan peluncuran single terbarunya yang berjudul “Yank”. Dalam karya ini, Nuh menggandeng rapper berbakat Basboi, menghasilkan sebuah lagu yang tidak hanya menyentuh sisi emosional, tetapi juga mewakili kisah nyata kehidupan sehari-hari. Dikenal luas melalui hit “Teruntuk Mia”, Nuh menjelaskan bahwa “Yank” menggambarkan dinamika hubungan pasangan yang berjuang di tengah kesibukan rutinitas. Inspirasi untuk lagu ini berasal dari pengalaman pribadinya bersama istri tercinta. “Kami berangkat kerja setiap hari pukul 6:15 pagi dan baru pulang sekitar pukul 8 malam. Setelah seharian beraktivitas, kadang kami hanya sempat bertemu untuk makan di perjalanan pulang. Lagu ini mencerminkan perasaan pasangan yang meski lelah, tetap memiliki motivasi untuk kembali ke rumah,” ungkap Nuh.
Kolaborasi Spesial Nuh dan Basboi
Kolaborasi antara Nuh dan Basboi terasa istimewa mengingat keduanya merupakan musisi asal Medan. Nuh memilih Basboi karena ia terkesan dengan gaya rap-nya yang kaya narasi dan cerita. “Karakter Basboi sangat kuat, dan itu yang saya cari dalam kolaborasi ini,” tambah Nuh. Basboi pun mengungkapkan rasa antusiasme terhadap proyek ini. Ia merasakan bahwa proses kreatif yang dilakukan meski jarak jauh antara Medan dan Jakarta berjalan sangat organik. “Rasanya seperti pulang ke rumah. Meskipun kami berbeda baik dari segi kepribadian maupun musik, Nuh memberi kebebasan untuk mengekspresikan diri. Hasilnya ternyata sangat kohesif. Ini menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk saling memahami,” jelas Basboi.
Proses Produksi yang Efektif
Proses produksi lagu “Yank” juga melibatkan Bio Satrio, yang bertanggung jawab atas aransemen yang sederhana namun efektif. Ia berhasil meramu musik yang mendukung lirik sebagai kekuatan utama. Dengan pendekatan yang minimalis, lagu ini mampu menyampaikan pesan yang mendalam tanpa mengurangi daya tarik musikalnya.
Melanjutkan Kesuksesan “Teruntuk Mia”
Perjalanan Nuh menuju peluncuran “Yank” tidak terlepas dari keberhasilan lagu sebelumnya, “Teruntuk Mia”, yang dirilis pada Mei 2024. Lagu tersebut telah mencapai lebih dari 56 juta pendengar, sebuah pencapaian yang sempat membuatnya berpikir untuk mundur dari dunia musik dan lebih fokus pada kehidupan pribadinya. Namun, melalui “Yank”, Nuh memilih untuk melepaskan beban ekspektasi yang ada. “Saya tidak berharap lagu ini harus viral. Harapan saya sederhana, semoga orang-orang menyukainya. Ini adalah bentuk tanggung jawab saya sebagai musisi terhadap mereka yang telah mengapresiasi karya saya,” lanjutnya.
Menuju Album Kedua: “Sarapan di Minggu Pagi”
Single “Yank” menjadi jembatan menuju album kedua Nuh yang bertajuk “Sarapan di Minggu Pagi”. Album ini dijadwalkan rilis pada pertengahan Mei 2026 dan akan terdiri dari sembilan lagu. Beberapa materi yang akan dimasukkan antara lain “Teruntuk Mia”, “Simpan Dulu Rindu”, dan lagu pembuka “Niat Baik”, serta beberapa lagu baru seperti “Cinta Tanpa Tapi” dan “Teringat”. Album ini dirancang untuk merangkum perjalanan emosional Nuh melalui pendekatan lirik yang jujur dan personal, tetap setia pada ciri khasnya.
Mengenal Nuh: Awal Mula Karier Musik
Nuh, yang memiliki nama asli Muhammad Rizki Nugroho, memulai kariernya di platform SoundCloud. Ia pernah merilis lagu “Berdua Denganmu” di bawah nama Rizki Nugroho sebelum akhirnya memilih nama panggung Nuh. Album debutnya, “Mentari Di Mata Hujan” (2023), menjadi titik awal yang signifikan dalam perjalanan musiknya. Nama “Nuh” sendiri diperoleh dari saran Anto Arief saat berkunjung ke kantor Pophariini. Seiring waktu, Nuh berkomitmen untuk terus menjaga kejujuran dalam lirik, yang menjadi identitas utama karyanya. Pendekatan ini kembali terasa kuat dalam lagu “Yank”.
Pentingnya Kejujuran dalam Musik
Dalam setiap karyanya, Nuh selalu menekankan pentingnya kejujuran, baik dalam lirik maupun penyampaian musik. Keberanian untuk berbagi cerita pribadi dan pengalaman hidupnya menjadi daya tarik tersendiri bagi pendengarnya. Dalam industri musik yang seringkali dipenuhi dengan kepalsuan, Nuh hadir sebagai sosok yang autentik, menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar hiburan.
Menawarkan Rasa Nyata dalam Setiap Karya
Lagu-lagu yang ditulis Nuh kerap kali menceritakan kisah-kisah yang relatable, yang dapat dirasakan oleh banyak orang. Ia percaya bahwa musik memiliki kekuatan untuk menyentuh hati dan menyampaikan pesan. Dalam “Yank”, ia berharap dapat menjangkau pendengar dengan lirik yang menyentuh dan penuh makna.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan peluncuran “Yank” dan rencana album kedua, Nuh berharap dapat terus berkontribusi dalam dunia musik Indonesia. Ia ingin karya-karyanya tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan inspirasi dan penghiburan bagi pendengar. “Saya ingin terus berkarya dan berharap dapat memberikan yang terbaik bagi penggemar,” tutup Nuh penuh harapan.
Kesimpulan: Sebuah Langkah Baru dalam Karier Nuh
Single “Yank” menandai langkah baru dalam karier Nuh sebagai musisi. Kolaborasinya dengan Basboi dan proses kreatif yang unik menunjukkan bahwa meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda, mereka dapat menciptakan karya yang harmonis. Dengan album kedua yang akan datang, Nuh berkomitmen untuk terus menyajikan musik yang berkualitas dan mengena di hati pendengarnya.
➡️ Baca Juga: Ramalan Zodiak Cinta: Pertahankan Keharmonisan dalam Hubungan Asmara Anda
➡️ Baca Juga: ONE HUNDRED Menolak Pemutusan Kontrak bagi 9 Anggota THE BOYZ secara Resmi




