Penemuan Remaja yang Hilang di Sungai Lae Sembelin dalam Kondisi Tak Bernyawa
Sebuah tragedi mengguncang Kabupaten Dairi, Sumatera Utara ketika seorang remaja berusia 15 tahun bernama Feri Imanuel ditemukan tewas setelah hanyut di Sungai Lae Sembelin. Kehilangan ini bukan hanya menjadi duka bagi keluarga dan teman-temannya, tetapi juga bagi seluruh masyarakat setempat.
Penemuan Tragis di Sungai Lae Sembelin
Feri Imanuel, seorang pelajar yang berasal dari Desa Bakkal Gajah, Kecamatan Slima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, hilang setelah terseret arus Sungai Lae Sembelin. Berdasarkan laporan yang diterima, Feri dan teman-temannya sedang berenang di sungai tersebut pada suatu hari Minggu.
Terjadi kepanikan ketika Feri tiba-tiba terseret oleh arus sungai yang cukup kuat dan hilang dari pandangan. Teman-temannya yang menyaksikan kejadian tersebut langsung meminta bantuan kepada warga sekitar.
Upaya Pencarian dan Evakuasi
Warga setempat bersama dengan keluarga Feri langsung melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi kejadian. Namun, upaya mereka belum membuahkan hasil. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Basarnas Kelas A Medan melalui BPBD Kabupaten Dairi pada hari Senin, meminta bantuan dalam pencarian Feri.
Menanggapi laporan tersebut, Kantor Basarnas Kelas A Medan langsung mengirim tujuh personel tim rescue ke lokasi kejadian. Setelah tiba di lokasi, tim SAR gabungan langsung melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Dairi, Polsek Silima Pungga-Pungga, perangkat desa, serta masyarakat setempat sebelum memulai operasi pencarian.
Pembagian Area Pencarian
Tim SAR membagi area pencarian menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Tim pertama berfokus pada penyisiran darat di sepanjang bantaran Sungai Lae Sembelin dari lokasi kejadian menuju arah hilir. Sementara itu, tim kedua melakukan pemantauan dari udara menggunakan drone thermal dengan radius pencarian hingga dua kilometer.
Peralatan Pencarian
Selain itu, tim SAR juga menggunakan perahu rafting untuk melakukan penyisiran aliran sungai. Mereka juga mengerahkan berbagai peralatan SAR seperti peralatan water rescue, peralatan mountaineering, peralatan medis, serta perangkat komunikasi SAR untuk memaksimalkan proses pencarian.
Kondisi Feri Saat Ditemukan
Setelah melakukan pencarian yang intensif, tim SAR gabungan akhirnya menemukan Feri dalam kondisi yang sudah tidak bernyawa pada Rabu dini hari pukul 00.30 WIB. Korban kemudian dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses penanganan selanjutnya.
Pesan Penting untuk Masyarakat
Atas peristiwa tragis ini, pihak Kantor Basarnas Kelas A Medan mengucapkan belasungkawa serta memberikan apresiasi atas kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian. Mereka juga mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap risiko di sekitar sungai, terutama saat musim hujan dan kondisi arus deras.
➡️ Baca Juga: Timur Tengah Memicu Krisis Energi Dunia: Potongan Produksi Minyak Kuwait, Harga Mendadak Melambung Tinggi
➡️ Baca Juga: Liga Champions 16 Besar: Aksi Liverpool, Bayern dan Barcelona pada 11-12 Maret Dini Hari