Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, baru-baru ini mengumumkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan arus mudik dan balik Lebaran, dengan penjadwalan yang akan diatur oleh masing-masing kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Kebijakan WFA untuk ASN menjelang Lebaran ini menjadi langkah strategis untuk menjaga kelancaran pelayanan publik. Dalam rangka implementasi kebijakan tersebut, setiap instansi akan memiliki fleksibilitas dalam menentukan jadwal kerja ASN mereka, sehingga diharapkan dapat mengurangi tekanan pada transportasi umum saat periode mudik.
Tito Karnavian menjabarkan bahwa ASN diperkenankan untuk menerapkan kebijakan WFA pada tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026. Detail mengenai penerapan kebijakan ini sepenuhnya diserahkan kepada para kepala daerah dan pemimpin kementerian serta lembaga terkait untuk mengatur pelaksanaannya.
“Pengaturan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab kepala daerah dan pimpinan kementerian/lembaga masing-masing. Akan ada periode kerja dari tanggal 16 hingga 27 Maret. Saya tidak menyebutnya sebagai libur, melainkan sebagai Work From Anywhere,” ungkap Tito dalam keterangannya pada Senin, 9 Maret 2026.
Selain penerapan WFA, Tito juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan dari pemerintah daerah. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman, serta memenuhi berbagai kebutuhan mereka selama periode tersebut.
Dalam konteks pengendalian inflasi dan harga kebutuhan pokok, Tito mengimbau kepala daerah untuk berkolaborasi secara aktif dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), distributor, asosiasi pengusaha, dan pengelola pasar. Kerja sama ini diharapkan dapat menjaga pasokan bahan pokok tetap stabil dan harganya tetap terjangkau oleh masyarakat.
“Penting untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan harga yang layak. Jika ada lonjakan harga, lakukan intervensi melalui program pasar murah,” jelas Tito.
Tito juga mengingatkan agar seluruh kepala daerah tetap waspada di wilayah masing-masing untuk memastikan pelayanan publik berjalan dengan baik selama perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Hal ini dikemukakan sebagai respons terhadap fenomena di mana beberapa kepala daerah merencanakan perjalanan ibadah umrah menjelang Idulfitri, yang berpotensi mengganggu kehadiran mereka di daerah saat momen penting tersebut.
Mantan Kapolri ini menegaskan bahwa kepala daerah merupakan pemimpin tertinggi di wilayahnya, yang memegang tanggung jawab dalam pengambilan keputusan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Ketika masyarakat sedang merayakan hari raya, kita sebagai pemimpin harus tetap hadir dan memastikan semua berjalan lancar. Ini adalah saat yang krusial untuk memastikan arus mudik dan balik berjalan baik, harga-harga tetap terkendali, dan tempat wisata dikelola dengan baik,” imbuh Tito.
Informasi lebih lanjut mengenai kebijakan WFA untuk ASN dan imbauan kesiapsiagaan daerah ini telah disampaikan melalui keterangan resmi dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.
➡️ Baca Juga: Pembatasan Akses Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun Dukung Upaya Cegah Kecanduan Gawai
➡️ Baca Juga: Manchester City Menang 3-1 atas Newcastle, Pep Guardiola Soroti Performa Terbaik Tim
