Reki Dwi Putra Seorang anak muda yang suka berbagi ilmu pengetahuan dan bertempat tinggal di Lampung

Perbedaan Pemilu Orde Baru dan Reformasi

5 min read

Perbedaan Pemilu Orde Baru dan Reformasi

Perbedaan Pemilu Orde Baru dan Reformasi – Setiap Negara pastinya mempunyai sistem pemerintahan yang berbeda-beda, hal ini pastinya terkait dengan dasar dan juga norma di Negara tersebut. Di Indonesia sendiri menggunakan sistem Demokrasi yang dipimpin seorang presiden sebagai pemimpin Negaranya.

Sistem pemerintahan demokrasi itu sendiri ialah salah satu bentuk pemerintahan yang dimana semua warga Negaranya mempunyai hak setara di dalam pengambilan keputusan.

Hak yang sudah diberikan oleh pemerintah pada warga negaranya dalam mengambil keputusan ini bisa mengubah kehidupan mereka menjadi seroang warga Negara jauh lebih baik dan bisa mewujudkan sistem pemerintahan yang maju.

Dalam hal ini kalian juga dapat melihat perbedaan pemilu dan juga pilkada yang mudah dipahami, sistem demokrasi di Indonesia dimana menganut dasar-dasar Pancasila.

Sehingga hak pengambilan keputusan yang diberikan pada setiap warga Negara harus menganut serta berdasarkan pada Pancasila.

Demokrasi dengan mutlak mengizinkan semua warga Indonesia untuk berpartisipasi langsung ataupun perwakilan melalui badan perwakilan rakyat di dalam perumusan, pengembangan, dan juga pembuatan hukum.

Di Indonesia, sistem demokrasi ini juga telah mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan juga budaya serta memungkinkan adanya kebebasan didalam melakukan perbuatan politik dengan bebas dan setara.

Dalam fungsinya itu sendiri, pemilu ialah sebuah usaha mempengaruhi rakyat secara persuasif dan memiliki sifat tak memaksa dengan cara melakukan kegiatan retorika, serta sebagian besarnya berhubungan politik. Pemilu itu sendiri juga ialah salah satu bentuk sebuah komunikasi kepada massa.

Pada saat berkampanye kalian dapat melihat syarat pemilih di dalam pemilu menurut UUD di indonesia, para peserta yang ikut pemilu melakukan orasi yang berupa penawaran janji- janji beserta programnya didalam waktu yang sudah ditentukan menjelang hari pemungutan suara dimulai.

Dan kedua sistem ini mempunyai beberapa perbedaan yang cukup signifikan, dan perbedaan antara pemilu order baru dan reformasi kalian bisa simak dibawah ini.

Perbedaan Pemilu Orde Baru dan Reformasi

jelaskan perbedaan antara pemilu yang dilakukan pada masa orde baru dengan era reformasi

Masa Orde baru lahir di tahun 1966 ditandai oleh keberhasilan pemerintah dalam mengatasi permasalahan G. 30. S/ PKI di 1 oktober 1965. Masa Orde baru baru berakhir di tahun 1998 dipimpin presiden Soeharto, sedangkan untuk masa Reformasi muncul pada abad ke 16 dimana pada masa ini ialah masa sesudah Orde baru.

Masa reformasi ditandai oleh penggulingan masa pemerintahan Soeharto oleh para mahasiswa di 1998. Pastinya ini juga begitu berpengaruh di dalam sistem pemilu pada saat itu berbeda dengan cara menghargai jasa para pahlawan, dan berikut ialah perbedaan pemilu orde baru serta reformasi.

  1. Di masa orde baru memakai dasar UU Nomor. 15 tahun 1969 sedangkan di masa reformasi memakai dasar UU Nomor 3 tahun 1999.
  2. Pada masa orde baru hanya terdapat 3 partai politik yakni PDI, PPP, serta GOLKAR, sedangkan di masa reformasi terdapat 48 parpol.
  3. Hasil pemilu di masa orde baru dimenangkan GOLKAR sedangkan di masa reformasi dimenangkan partai Demokrat.
  4. Dalam masa orde baru pemerintah sudah memonopoli legitimasi dalam melaksanakan pemilu sangat berbeda dengan nilai-nilai yang terkandung di pancasila, sedangkan di masa reformasi terdapatnya pembagian legitimasi di tengah masyarakat pada saat pelaksanaan pemilu.
  5. Di masa orde baru tak terdapat pemilihan presiden dan juga wakil presiden ataupun anggota legislatif secara langsung sedangkan di masa reformasi pemilihan presiden serta wakil presiden dan juga anggota legislatif dipilih langsung.
  6. Hanya terdapat sekali pemilu di masa orde baru sedangkan masa reformasi terdapat sekitar dua sampai tiga kali untuk pemilihan partai anggota legislatif serta presiden dan juga wakilnya.
  7. Pemilu di masa orde baru kekerasan di dalam berpolitik dilakukan pemerintah sudah menjadi isu utama sedangkan di masa reformasi politik uang ialah fenomena utama di tengah-tengah masyarakat.
  8. Dalam masa orde baru diselenggarakan pemerintah melalui KPU sedangkan di masa reformasi dilaksanakan pemerintah melalui KPU dengan bebas dan juga mandiri beserta diikuti oleh semua parpol dan juga peserta yang bertanggung jawab secara langsung dengan presiden.
  9. Di masa orde baru, pengawasan akan dilakukan oleh pemerintah yakni melalui Bawaslu. Sedangkan masa reformasi pengawasan akan dilakukan oleh pemerintah melalui Bawaslu yang terdiri atas panwaslu, LSM, dan juga rector UNFREL.
  10. Kekuatan politik di masa orde baru ada di tangan pemerintah sedangkan di masa reformasi ada di tangan setiap partai politik.
  11. Di masa orde baru, banyak terjadi pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh pemerintah, GOLKAR, serta tentara sedangkan di masa reformasi pelanggaran di saat pemilu sering dilakukan massa parpol.
  12. Masa orde baru yangdimana rezim berkuasa yakni GOLKAR bersikeras agar dapat menang, sedangkan masa reformasi semua partainya mempunyai ambisi untuk memenangkan pemilu.
  13. Perbedaan pemilu orde baru dengan reformasi berikutnya yakni pada saat orde baru memakai rezim orba yang dimana represi politik sudah menjadi alat politik untuk para penguasa sedangkan masa reformasi kebebasan untuk berpolitik sebagai kekuatan suatu parpol.
  14. Pemilu pada orde baru terjadi sebuah kekerasan yang dilakukan pemerintah dan juga aparat pada rakyat sedangkan masa reformasi kekerasan yang kerap terjadi di antara parpol dengan massa pendukung.

Selain perbedaan yang ada diatas masih ada perbedaan yang lain yaitu pada asas yang digunakan kedua sistem pemerintahan ini antara lain sebagai berikut.

Baca Juga: Contoh Kasus Pancasila Sebagai Etika Politik

Asas-Asas yang Digunakan pada Pemilu Masa Reformasi

tabel perbedaan pemilu orde lama orde baru dan reformasi

Dalam hal ini juga bisa dikatakan bahwasanya demokrasi ialah salah satu perangkat gagasan serta suatu prinsip dasar kebebasan dalam bersuara kemudian mengandung makna suatu penghargaan kepada harkat serta martabat bangsa.

Pada saat menjalankan pemerintahan yang demokratis, pemerintah yang dimana memberikan hak pada warga negaranya dalam melakukan pemilihan secara langsung kepada lembaga- lembaga perwakilan rakyat beserta kepresidenan.

Sistem pemilihan itu mempunyai nama sistem Pemilu yakni Pemilihan Umum berbeda tugas sekretaris camat, proses ini pastinya berbeda dengan proses Pemilu di Negara-Negara lain.

Di Dalam definisinya secara umum, Pemilu ialah sebuah proses memilih seseorang untuk mengisi jabatan- jabatan politik mulai dari seorang presiden dan wakilnya, wakil rakyat dalam berbagai tingkatan pemerintahan, sampai kepala desa.

Bukan hanya diterapkannya sebuah sistem pemerintahan tingkat tinggi saja, nanti ada kalanya sistem pemilu pula diterapkan pada lingkup organisasi kecil.

  • Jujur

Asas pemilu yang pertama di zaman reformasi yakni jujur yang dalam artian kalian harus melaksanakan pemilu kemudian memilih sesuai kehendak sendiri tanpa pengaruh dari pihak lain dengan alasan apa saja.

  • Adil

Didalam asas adil, mempunyai arti bahwa kalian sebagai peserta pemilu mempunyai perlakuan sama tanpa pengistimewaan maupun diskriminasi.

Asas-Asas yang Digunakan Pada Pemilu Orde Baru

perbedaan pemilu orde lama dan orde baru

Sesudah pemungutan suara telah dilakukan, langkah yang selanjutnya yakni penghitungan suara serta pemenang pemilu ditentukan banyaknya pungutan suara yang diperoleh.

Didalam melakukan suatu kegiatan pemilu, maka semua warga Negara Indonesia berhak serta wajib mengikutinya. Dan pada saat mengikuti pemilu harus mengaplikasikan beberapa asas. Asas pemilu yang dimana harus dilakukan yakni asas LUBER dan juga JURDIL.

Kedua asas itu harus dilakukan dengan baik, yang dimana asas LUBER ialah singkatan dari Langsung, Umum, Bebas dan juga Rahasia sedangkan untuk asas JURDIL ialah singkatan dari asas Jujur dan juga Adil.

Di Dalam pengembangan asas pemilu yang ada di Indonesia mempunyai rentang waktu yang cukup signifikan yang dimana asas LUBER ada kemudian diwujudkan di masa pemilu Orde baru sedangkan untuk asas kedua yakni asas JURDIL dikembangkan kemudian diwujudkan di masa reformasi sampai saat ini.

Sebagai pengetahuan kalian dapat melihat tujuan dan juga fungsi komnas ham, dan sebaiknya kalian memang mengetahui dimana kalian saat ini sedang mempelajari beberapa perbedaan pemilu orde baru dengan reformasi mengenai asas-asas pemilu yang dipakai.

Asas-asas yang dipakai di pemilu negara Indonesia pastinya didasarkan dengan prinsip- prinsip demokrasi pancasila. Kemudian berikut ini ialah sedikit penjelasan soal asas LUBER di saat Orde baru sedang berlangsung.

  • Langsung

Di dalam pemilu pada saat kalian melakukan pemilihan kepada kandidat pemilu, maka kalian harus memilih kemudian memberikan suara kalian secara Langsung didalam artian tak diwakilkan oleh siapa saja. Selain menjadi suatu asas, ini dilakukan agar dapat meminimalisir tingkat kecurangan kepada kegiatan pemilu.

  • Rahasia

Asas kedua di masa orde baru serta sampai saat ini masih dipakai yakni Rahasia. Di Dalam asas ini, kalian sebagai warga Negara pemegang dari hak suara tak boleh memberitahukan isi suara kalian pada pihak apa saja. Dikarenakan itu suara kalian bersifat rahasia serta hanya kalian saja yang tau isinya.

  • Umum

Asas yang berikutnya yakni Umum dimana pemilu bisa diikuti oleh semua warga Negara Indonesia dengan persyaratan sudah mempunyai hak untuk memakai suara di dalam pemilu. Di dalam hal ini persyaratan untuk mempunyai hak bersuara yakni sekurang-kurangnya sudah berumur 17 tahun kemudian sudah mempunyai kartu tanda penduduk.

  • Bebas

Kemudian asas pemilu yang wajib kalian perhatikan yakni kebebasan di dalam bersuara dalam memilih kandidat pemilu. Di dalam asas Bebas ini artinya kalian sebagai seorang warga Negara dengan hak suaranya diharuskan memberikan suara tanpa adanya paksaan dari pihak mana saja.

Asas yang berikutnya yakni asas JURDIL, berbeda halnya dengan asas LUBER, dimana asas JURDIL mulai diciptakan kemudian diaplikasikan dengan baik di dalam pemilu masa reformasi. Meskipun begitu kedua asas ini masih dipakai sampai saat ini.

Dengan dilakukannya asas LUBER dan juga JURDIL maka hasil pemilu sudah dianggap sah, selain itu karena terdapat kedua asas itu memiliki tujuan supaya pemilu terlaksana secara baik dan juga tertib.

Baca Juga: Keadaan Politik Pada Masa Demokrasi Liberal

Kesimpulan

Mungkin itu saja yang bisa disampaikan oleh doki.co.id mengenai Perbedaan Pemilu Orde Baru dan Reformasi lengkap dengan asas yang dipakai pada saat pelaksanaan pemilu. Semoga ilmu yang kami berikan diatas dapat bermanfaat untuk adik-adik semua. Sekian terimakasih.

Reki Dwi Putra Seorang anak muda yang suka berbagi ilmu pengetahuan dan bertempat tinggal di Lampung