Petani Blora Gotong Royong Cor Jalan dengan Uang Urunan Tanpa Menunggu Anggaran Pemerintah

Di tengah tantangan pembangunan infrastruktur, warga Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menunjukkan semangat kemandirian yang patut dicontoh. Mereka berhasil membangun jalan kabupaten sepanjang hampir delapan kilometer dengan melakukan gotong royong secara swadaya. Ruas jalan vital Menden–Megeri dan Getas–Kalikangkung yang selama ini berada dalam kondisi rusak parah, kini mulai diperbaiki berkat kontribusi material, tenaga, dan dana yang berasal dari iuran para petani dan donatur setempat.
Apresiasi dari Pemerintah Daerah
Bupati Blora, Arief Rohman, memberikan penghargaan tinggi terhadap upaya warga Desa Nglebak dalam membangun infrastruktur jalan secara mandiri. Inisiatif ini dianggap sebagai contoh nyata kolaborasi masyarakat yang efektif dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah.
“Ini adalah suatu prestasi yang luar biasa. Semangat kebersamaan seperti ini harus terus dipertahankan. Pemerintah daerah akan selalu siap memberikan dukungan yang diperlukan,” ungkap Arief dalam sebuah pernyataan di Blora.
Dukungan Material dari Pemerintah
Pemerintah daerah tidak tinggal diam. Mereka telah memberikan bantuan awal berupa material seperti grosok dan semen, serta akan berupaya untuk memberikan dukungan lebih lanjut melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU).
“Kami akan berusaha agar dana tersebut bisa dianggarkan dalam perubahan APBD 2026 atau paling lambat pada tahun 2027,” tambahnya.
Pembangunan Swadaya oleh Masyarakat
Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono, menegaskan bahwa pembangunan jalan rabat beton di ruas Menden–Megeri dan Getas–Kalikangkung merupakan hasil murni swadaya masyarakat dengan dukungan dari para donatur.
“Kami memastikan bahwa ini adalah inisiatif masyarakat. Beberapa warga menyumbangkan semen, tenaga kerja, konsumsi, hingga bahan bakar. Semua kontribusi ini kami catat dengan transparan agar semua orang bisa melihat siapa saja yang berpartisipasi,” papar Eko.
Proses Pembangunan yang Terbuka
Proses pembangunan telah berlangsung hampir sebulan dan kini memasuki tahap kedua. Tahap pertama telah rampung, sedangkan tahap lanjutan direncanakan akan dimulai setelah Lebaran.
Ia menjelaskan bahwa jalan yang diperbaiki memiliki panjang sekitar 7 hingga 8 kilometer dan kondisinya sangat memprihatinkan, sehingga masyarakat merasa perlu untuk melakukan perbaikan secara mandiri.
Pentingnya Akses Jalan bagi Ekonomi Warga
Perbaikan jalan ini sangat vital bagi warga desa yang mayoritas merupakan petani, terutama dalam mengangkut hasil panen ke wilayah sekitarnya, termasuk ke Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
“Akses jalan yang baik sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi kami,” jelas Eko.
Transparansi dalam Penggunaan Anggaran
Sebagai bentuk transparansi, Paguyuban RT Kalikangkung telah memasang papan informasi di lokasi proyek, yang merinci semua bantuan dan penggunaan dana yang terkumpul.
Rincian Material dan Dana yang Diperoleh
Eko menjelaskan bahwa bantuan material yang telah terkumpul mencakup 300 sak semen, 9 rit abu batu, dan 6 rit koral, serta material pendukung lainnya seperti kayu untuk bekisting dan bahan bakar solar.
- 300 sak semen
- 9 rit abu batu
- 6 rit koral
- Kayu untuk bekisting
- Bahan bakar solar
Selain itu, terdapat dana tunai yang berhasil dikumpulkan dari sembilan donatur sebesar Rp3.300.000. Total pengeluaran operasional untuk kebutuhan konsumsi, alat, bahan bakar, hingga upah tenaga kerja tercatat sebesar Rp3.870.000.
“Dengan adanya keterbukaan ini, warga bisa melihat langsung bagaimana bantuan digunakan, sehingga kepercayaan terhadap proses ini tetap terjaga,” tutup Eko.
➡️ Baca Juga: Pemerintah Umumkan Penetapan Hari Idulfitri pada Sabtu, 21 Maret 2026
➡️ Baca Juga: Bandara Soetta Alami Peningkatan Jumlah Penumpang Secara Signifikan


