Slot online yang mendapat banyak ulasan menarik

Mahjong Ways tawarkan bagi-bagi bonus oriental empire celebration dengan sensasi menarik

Perkembangan game mobile dari pg soft dan pragmatic play

Bagaimana gates of olympus menarik perhatian penggemar game

Evaluasi data mahjong dinamika analytics

Slot online yang banyak direkomendasikan pengguna berpengalaman

slot depo 10k slot depo 10k
Bandung RayaBupati BandungDLHsampahTPA SarimuktiTPS Pasar Baleendah

Sampah TPS Pasar Baleendah Meningkat Pasca Lebaran, Pengelola Hentikan Pembuangan Sementara

Setelah perayaan Lebaran, situasi di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Baleendah, yang terletak di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, semakin memprihatinkan. Penumpukan sampah yang signifikan telah menciptakan tantangan baru bagi pihak pengelola dan masyarakat setempat.

Penumpukan Sampah yang Meningkat

Pada Selasa, 28 April 2026, kondisi TPS di area belakang pasar terlihat sangat mengkhawatirkan, dengan tumpukan sampah yang panjang dan menimbulkan bau tidak sedap. Bau menyengat ini dapat dirasakan dari jarak cukup jauh, dan sebagian besar sampah bahkan menutup akses jalan, menyebabkan genangan air di sekitarnya.

Kondisi Terkini dan Pihak Pengelola

Ketua Pengelola TPS Pasar Baleendah, Indra Sukoco, mengungkapkan bahwa masalah penumpukan sampah ini telah berlangsung sejak setelah Lebaran dan hingga kini belum ditangani dengan baik. “Kondisi ini sudah ada sejak habis Lebaran,” jelas Indra ketika ditemui di lokasi.

Pindah Lokasi TPS dan Masalah yang Muncul

Indra menjelaskan bahwa awalnya TPS berada di bagian depan pasar, namun setelah pembangunan sebuah masjid, lokasi tersebut dipindahkan ke belakang. Sejak perpindahan ini, muncul berbagai masalah, termasuk penyalahgunaan fungsi TPS oleh beberapa oknum yang mengoordinasikan pembuangan sampah dari luar ke lokasi tersebut.

“Dulu TPS Pasar Baleendah ada di depan pasar. Setelah masjid dibangun, kami pindahkan ke belakang. Sayangnya, oknum-oknum tidak bertanggung jawab memanfaatkan situasi ini,” terang Indra.

Usaha Pengelola dalam Mengatasi Masalah

Pada awalnya, pihak pengelola yang dibentuk melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) bersama Forkopimcam, Polsek, Koramil, serta pihak kecamatan dan kelurahan, berhasil mengembalikan fungsi TPS untuk kebutuhan pasar. Namun, masalah penumpukan sampah dari warga masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terpecahkan.

“Kami masih mencari solusi dari Dinas Lingkungan Hidup untuk menangani sampah warga di TPS ini,” tambahnya.

Permasalahan Kuota Pembuangan Sampah

Indra menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama dari penumpukan sampah adalah terbatasnya kuota pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Sebelumnya, pengangkutan sampah dilakukan dua kali sebulan, namun kini pengangkutan menjadi terhambat akibat pembatasan kuota dari tempat pembuangan akhir.

“Sebelumnya, kami menarik sampah dua kali sebulan. Namun kini, tidak ada penarikan karena kuota kami terbatas. Setiap hari, Kabupaten Bandung hanya dijatah 280 ton, padahal produksi sampah mencapai 1.800 ton,” jelasnya.

Upaya Penambahan Kuota Pembuangan

Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Bupati Bandung, Dadang Supriatna, telah mengajukan permohonan peningkatan kuota pembuangan menjadi 500 ton per hari kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Meski sempat ada penarikan satu minggu setelah Lebaran, namun volume sampah yang terangkut masih jauh dari angka yang seharusnya. Hal ini menambah beban bagi pengelola dan masyarakat yang harus menghadapi situasi ini.

Langkah-Langkah Selanjutnya

Dengan situasi yang semakin mendesak, penting bagi pihak-pihak terkait untuk segera mencari solusi yang efektif. Beberapa langkah yang bisa diambil antara lain:

  • Meningkatkan frekuensi penarikan sampah dari TPS ke TPA.
  • Melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah secara mandiri.
  • Memberikan edukasi tentang pentingnya pengurangan sampah kepada pedagang dan pengunjung pasar.
  • Mengoptimalkan fungsi TPS agar tidak disalahgunakan.
  • Menjalin kerjasama dengan pihak swasta untuk pengelolaan sampah.

Kondisi TPS Pasar Baleendah yang semakin memburuk ini menjadi tantangan besar bagi pengelola dan pemerintah setempat. Penanganan yang cepat dan efektif sangat dibutuhkan agar masalah sampah tidak terus berlarut-larut, yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan dan kenyamanan masyarakat.

➡️ Baca Juga: Timnas Iran Kenakan Tas Sekolah Sebagai Tanda Berkabung Jelang Pertandingan Melawan Nigeria

➡️ Baca Juga: ‘Boots on the Ground’: AS Bersiap Mengirim Pasukan Khusus untuk Menerobos ke Fasilitas Nuklir Iran

Related Articles

Back to top button