Evaluasi Kinerja BKPSDM dalam LKPJ Bupati Cirebon 2025 oleh Komisi I

Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon melaksanakan rapat untuk mendiskusikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati tahun 2025, yang melibatkan Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cirebon. Rapat ini menjadi ajang evaluasi kinerja BKPSDM, yang menunjukkan hasil hampir maksimal, meskipun masih terdapat beberapa masalah yang perlu diperhatikan ke depan.
Pencapaian Kinerja BKPSDM Tahun 2025
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon, Rohayati, mengungkapkan bahwa kinerja BKPSDM dalam LKPJ 2025 telah mencapai hampir 100 persen. Capaian ini menggambarkan upaya yang konsisten dalam meningkatkan kualitas manajemen kepegawaian di daerah tersebut. Selain itu, hal ini juga mencerminkan dedikasi dan kerja keras yang telah dilakukan oleh seluruh jajaran BKPSDM.
Indikator Kinerja yang Positif
Sebagian besar indikator kinerja yang ditetapkan berhasil dicapai, yang menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam sistem kepegawaian. Beberapa aspek yang menjadi fokus dalam penilaian ini meliputi:
- Peningkatan kualitas layanan administrasi kepegawaian
- Efisiensi dalam proses rekrutmen dan pengembangan pegawai
- Penerapan sistem absensi yang lebih efektif
- Pelatihan dan pengembangan kompetensi ASN
- Pengelolaan data kepegawaian yang lebih transparan
Ini menjadi langkah positif untuk menjadikan Kabupaten Cirebon lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Masalah dalam Sistem Absensi M-Pras
Di balik capaian yang baik, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi, salah satunya adalah masalah dalam sistem absensi M-Pras. Dalam rapat tersebut, ditemukan indikasi bahwa beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) diduga menggunakan sistem ini untuk manipulasi kehadiran. Hal ini tentu menciptakan dampak negatif terhadap integritas dan efektivitas kinerja pegawai.
Pengawasan dan Penegakan Disiplin
Rohayati menyoroti bahwa kasus penyalahgunaan sistem absensi ini berpotensi mengganggu kinerja pegawai secara keseluruhan. Oleh karena itu, pengawasan yang lebih ketat perlu diterapkan. Beberapa langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan disiplin ASN antara lain:
- Peningkatan frekuensi audit dan evaluasi absensi
- Implementasi sanksi yang tegas bagi pelanggar
- Penyuluhan tentang etika dan disiplin kerja
- Pengembangan sistem absensi yang lebih canggih dan aman
- Partisipasi ASN dalam pengawasan sistem
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan integritas dan disiplin pegawai dapat terjaga, sehingga pelayanan publik dapat berlangsung dengan lebih optimal.
Rekomendasi untuk BKPSDM
Komisi I juga memberikan dorongan kepada BKPSDM untuk segera mengevaluasi dan memperbaiki sistem kepegawaian yang ada. Upaya ini penting agar disiplin ASN dapat ditingkatkan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal. Beberapa rekomendasi yang disampaikan kepada BKPSDM meliputi:
- Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kepegawaian yang ada
- Mengidentifikasi dan mengatasi kelemahan dalam sistem absensi
- Memberikan pelatihan tambahan untuk ASN terkait disiplin dan etika kerja
- Menjalin komunikasi yang baik dengan semua lini dalam organisasi
- Menggunakan teknologi informasi untuk mempermudah monitoring kinerja pegawai
Dengan mengikuti rekomendasi ini, diharapkan kinerja BKPSDM Cirebon tahun 2025 dapat lebih baik lagi ke depannya.
Prioritas Perbaikan Sistem Kepegawaian
DPRD berharap agar perbaikan dalam sistem kepegawaian menjadi salah satu prioritas utama dalam upaya meningkatkan kinerja aparatur di Kabupaten Cirebon. Penguatan sistem ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan aman bagi seluruh ASN.
Dampak Positif bagi Pelayanan Publik
Ketika sistem kepegawaian mengalami perbaikan, dampak positifnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Beberapa manfaat yang diharapkan antara lain:
- Pelayanan publik yang lebih responsif dan berkualitas
- Peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah
- Pengurangan jumlah keluhan terkait layanan publik
- Peningkatan kepuasan masyarakat terhadap kinerja ASN
- Terwujudnya transparansi dalam pengelolaan sumber daya manusia
Semua ini merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan pemerintahan yang lebih baik di Kabupaten Cirebon.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, evaluasi kinerja BKPSDM dalam LKPJ Bupati Cirebon 2025 menunjukkan hasil yang positif. Meskipun ada tantangan yang harus dihadapi, langkah-langkah perbaikan yang diusulkan dapat membantu meningkatkan disiplin ASN dan kualitas pelayanan publik. Ke depan, diharapkan BKPSDM dapat terus berinovasi dan beradaptasi dengan kebutuhan organisasi dan masyarakat.
➡️ Baca Juga: Beckham Putra Semakin Percaya Diri Usai Cetak Gol Pertama di Timnas Melawan Bulgaria
➡️ Baca Juga: SPMB Jawa Tengah 2026: Ketahui Jadwal, Kuota, dan Proses Pendaftarannya Secara Lengkap




