7 Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes, Simak Daftar Terbaru Mereka di Sini

Persaingan di kalangan orang terkaya di Indonesia kembali mengalami dinamika yang menarik. Pergerakan harga saham dan fluktuasi nilai perusahaan berkontribusi besar terhadap perubahan kekayaan para miliarder di tanah air. Beberapa nama tetap kokoh di jajaran teratas, sementara yang lain mengalami pergeseran posisi. Berdasarkan informasi terkini dari Forbes Real-Time Billionaires yang dirilis pada 10 September 2026, berikut adalah tujuh individu dengan kekayaan terbesar di Indonesia. Mari kita simak lebih dalam profil para taipan ini.
1. Low Tuck Kwong
Memimpin sebagai orang terkaya di Indonesia, Low Tuck Kwong memiliki kekayaan yang mencapai USD18,8 miliar, setara dengan sekitar Rp329,13 triliun. Dikenal sebagai raja batu bara, sebagian besar kekayaannya berasal dari bisnis batu bara melalui Bayan Resources, yang ia dirikan pada tahun 2004. Selain mengelola Bayan Resources, Low juga terlibat dalam perusahaan energi terbarukan Metis Energy, yang berbasis di Singapura, serta memiliki saham di Samindo Resources. Ia juga berkontribusi dalam proyek SEAX Global, yang bertujuan untuk membangun sistem kabel bawah laut guna menghubungkan Singapura, Indonesia, dan Malaysia.
2. Prajogo Pangestu
Prajogo Pangestu menempati posisi kedua dengan kekayaan mencapai USD17,2 miliar atau sekitar Rp301,12 triliun. Memulai karir bisnisnya di sektor kayu pada akhir tahun 1970-an, ia kemudian memperluas usahanya ke sektor petrokimia dan energi. Barito Pacific, perusahaan miliknya, menjadi lebih dikenal setelah mengakuisisi 70 persen saham Chandra Asri pada tahun 2007, yang kini menjadi salah satu produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia. Prajogo juga memiliki investasi di sektor batu bara dan energi terbarukan melalui Petrindo Jaya Kreasi dan Barito Renewables Energy.
3. Robert Budi Hartono
Di posisi ketiga adalah Robert Budi Hartono dengan kekayaan mencapai USD16,8 miliar, atau setara Rp294,12 triliun. Bersama mendiang saudaranya, Michael Hartono, kekayaan keluarga ini sebagian besar bersumber dari kepemilikan saham di Bank Central Asia (BCA). Keluarga Hartono juga memiliki fondasi bisnis yang kuat melalui industri rokok Djarum dan kini telah mendiversifikasi usaha mereka. Salah satu inovasi terbaru mereka adalah Global Digital Niaga, yang menaungi platform e-commerce Blibli, serta langkah Polytron yang mulai memasuki sektor kendaraan listrik di Indonesia pada tahun 2025.
4. Anthoni Salim
Anthoni Salim berada di urutan keempat dengan total kekayaan USD11,3 miliar, setara dengan Rp197,83 triliun. Ia menjabat sebagai pemimpin Salim Group, sebuah konglomerat yang memiliki bisnis di berbagai sektor, termasuk makanan, ritel, perbankan, telekomunikasi, dan energi. Sebagai CEO Indofood, salah satu produsen mi instan terbesar di dunia, ia juga tertarik dalam investasi di sektor energi dan pertambangan, melalui perusahaan-perusahaan seperti Bumi Resources, Medco Energi, dan Amman Mineral.
5. Tahir dan Keluarga
Posisi kelima ditempati oleh Tahir dan keluarganya, dengan total kekayaan USD9,5 miliar atau sekitar Rp166,32 triliun. Kekayaan mereka terutama berasal dari bisnis Mayapada Group yang beroperasi di sektor perbankan, kesehatan, media, dan properti. Perjalanan bisnis Tahir tidak selalu mulus; ia pernah menjalankan usaha dealer mobil pada akhir 1980-an sebelum beralih ke industri garmen setelah mengalami kegagalan. Meskipun demikian, ia berhasil membangun kembali kariernya dan memperluas bisnisnya ke berbagai sektor.
6. Sri Prakash Lohia
Dengan kekayaan sebesar USD8,7 miliar atau sekitar Rp152,31 triliun, Sri Prakash Lohia menempati posisi keenam. Kekayaan Lohia sebagian besar berasal dari bisnis pupuk dan polimer melalui Indorama Corp, yang didirikannya bersama ayahnya pada tahun 1970-an. Indorama telah tumbuh dari produsen benang menjadi perusahaan bahan baku industri yang mencakup berbagai produk, termasuk pupuk, poliolefin, bahan baku tekstil, dan sarung tangan medis. Lohia kini menjabat sebagai ketua perusahaan, sementara putranya, Amit, berperan sebagai wakil ketua.
7. Otto Toto Sugiri
Melengkapi daftar ini adalah Otto Toto Sugiri, yang memiliki kekayaan sebesar USD8,4 miliar, atau sekitar Rp147,06 triliun. Kekayaan Otto berasal dari bisnis pusat data melalui PT DCI Indonesia Tbk, yang didirikannya pada tahun 2011. Sebelum mendirikan DCI Indonesia, ia terlebih dahulu mendirikan Sigma Cipta Caraka pada tahun 1989, yang kemudian diakuisisi oleh Telkom Indonesia dan dikenal sebagai Telkomsigma. Selain itu, ia juga terlibat dalam pendirian Indonet, salah satu penyedia layanan internet awal di Indonesia, sebelum akhirnya fokus pada pengembangan bisnis pusat data yang semakin berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan komputasi dan kecerdasan buatan.
Dengan daftar orang terkaya di Indonesia yang terus berubah, penting untuk memahami dinamika di balik kekayaan mereka. Dari sektor energi hingga teknologi, masing-masing individu ini memainkan peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Melalui inovasi dan ekspansi bisnis, mereka tidak hanya membangun kekayaan pribadi tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
➡️ Baca Juga: TelkomGroup Luncurkan Program Pengembangan Kepemimpinan Strategis FLDP 2026 untuk Siapkan Pemimpin Masa Depan
➡️ Baca Juga: Hubungan Dagang AS-Irlandia Dinilai Belum Menguntungkan bagi Kedua Pihak



