Bupati Sleman: MTQ Sebagai Sarana Mendekatkan Diri kepada Ilahi dan Meningkatkan Prestasi

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) bukan hanya sekadar kompetisi dalam bidang tilawah, tetapi lebih dari itu, merupakan sebuah perjalanan spiritual yang mengajak setiap individu untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menekankan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang dalam, yang bertujuan untuk membentuk karakter dan meningkatkan kesadaran spiritual di kalangan masyarakat.
Makna Mendalam Dari MTQ
Pada gelaran MTQ tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2026 yang berlangsung di Kabupaten Sleman, Bupati Harda mengungkapkan bahwa MTQ lebih dari sekadar arena perlombaan. “Kegiatan ini merupakan proses penempaan diri untuk mendekatkan batin kepada Ilahi, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa setiap peserta tidak hanya berfokus pada kemenangan, tetapi juga pada pengembangan diri secara spiritual.
Seremonial Pembukaan MTQ
Acara pembukaan MTQ DIY tersebut ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, yang didampingi oleh Bupati Sleman. Lokasi acara diadakan di Pendopo Parasamya, yang menambah khidmat suasana pembukaan. Momen tersebut menjadi simbol awal dari serangkaian kegiatan yang diharapkan dapat menyebarkan nilai-nilai keislaman.
Sleman Sebagai Pusat Syiar Islam
Penyelenggaraan MTQ pada tahun ini menjadikan Sleman sebagai pusat syiar Islam, sekaligus menjadi ajang seleksi bagi peserta yang akan melanjutkan ke tingkat nasional. Harda berharap ajang ini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam tilawah, tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam serta integritas yang tinggi.
Harapan Terhadap Peserta MTQ
Bupati Harda menekankan pentingnya menghasilkan insan-insan Qurani yang tidak hanya menguasai seni membaca Al-Quran, tetapi juga memiliki karakter yang baik. “Saya berharap dari MTQ ini lahir generasi yang merdu dalam bacaan, jernih dalam pemikiran, halus dalam perilaku, dan teguh dalam prinsip,” ungkapnya. Hal ini menjadi harapan bagi setiap peserta untuk tidak sekadar mengejar gelar juara, tetapi juga menjadi teladan bagi masyarakat.
Partisipasi dan Kompetisi
Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Kepala Biro Kesra Setda DIY, Faishol Muslim, menyampaikan bahwa MTQ DIY 2026 ini melibatkan 115 peserta dari lima kafilah kabupaten/kota se-DIY. Setiap peserta akan bersaing dalam enam cabang dan 16 golongan, dengan harapan bahwa pemenang dapat mewakili kafilah DIY pada MTQ Nasional 2026 yang akan diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah.
- Peserta dari lima kafilah kabupaten/kota
- Enam cabang kompetisi
- 16 golongan yang diperlombakan
- Proses seleksi menuju MTQ Nasional
- Target untuk menghasilkan juara yang berkualitas
Kolaborasi Sinergis Antara Pemda
Faishol menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi yang sinergis antara Pemda DIY dan Kabupaten Sleman. Dengan adanya kerjasama yang baik, diharapkan pelaksanaan MTQ dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam bidang spiritualitas dan pengembangan karakter.
Pesan Moral Dari Gubernur DIY
Dalam amanatnya yang dibacakan oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, terdapat pesan penting agar nilai-nilai Al-Quran dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Beliau berharap agar MTQ menjadi filter moral bagi generasi muda di tengah arus modernisasi yang semakin pesat.
Mendukung Generasi Muda
Wakil Gubernur menekankan pentingnya menjadikan MTQ sebagai momentum untuk membumikan ajaran Al-Quran. “Saya ingin para peserta tidak hanya berfokus pada gelar juara, tetapi juga menjadi duta yang membawa kesejukan dan nilai-nilai positif bagi orang lain,” tuturnya. Pesan ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa tujuan utama dari MTQ adalah untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik.
Kesimpulan Akhir
MTQ sebagai sarana mendekatkan diri kepada Ilahi dan meningkatkan prestasi bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga kolektif. Dengan harapan yang tinggi dari berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam membentuk generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam bidang agama, tetapi juga dalam kehidupan sosial. Melalui MTQ, kita semua diajak untuk bersama-sama membangun masyarakat yang lebih harmonis dan berakhlak mulia.
➡️ Baca Juga: Pemkot Pekalongan Rencanakan Program ASN Bersepeda untuk Efisiensi Energi
➡️ Baca Juga: Risiko Ekonomi Indonesia Meningkat, Kebijakan Pemerintah Perlu Peningkatan Efisiensi



