Fadli Zon Mendorong Penambahan Bioskop di Indonesia: Tinjauan Layar Digi

Di Gading Serpong, Tangerang, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, melihat langsung inovasi terbaru dalam dunia perfilman, Layar Digi. Sebuah konsep bioskop digital mini yang dirancang untuk memberikan pengalaman menonton yang berkualitas namun tetap terjangkau. Layar Digi diharapkan dapat menjadi solusi bagi daerah-daerah yang belum memiliki akses ke bioskop konvensional, sekaligus merespon kekurangan jumlah layar di Indonesia dan memperluas distribusi film lokal. Selama kunjungannya, Fadli Zon dan tamu undangan lainnya menyaksikan cuplikan dari film animasi Knight Kris (2017) sebagai bagian dari demonstrasi kualitas visual dan audio yang ditawarkan oleh bioskop mini ini.
Fadli Zon memberikan pujian tinggi untuk Layar Digi, menganggap teknologi ini sangat penting dalam menyelesaikan tantangan yang dihadapi oleh industri film nasional, yakni keterbatasan layar di berbagai daerah. Menurutnya, Layar Digi merupakan inovasi luar biasa yang mampu menjawab tantangan tersebut dengan pendekatan yang out of the box. “Ini adalah solusi terbaik untuk mengisi kekosongan yang ada di daerah-daerah yang belum memiliki bioskop,” ujarnya pada Kamis, 5 Maret 2026.
Meski industri film Indonesia sedang berkembang pesat, Fadli Zon mengakui bahwa masih diperlukan upaya-upaya untuk memperkuat ekosistemnya, melalui regulasi penayangan yang adil dan juga pemeliharaan minat menonton masyarakat. “Layar Digi dapat hadir sampai ke kecamatan dan daerah-daerah yang belum memiliki bioskop. Ini adalah peluang besar yang akan membantu kebudayaan dan mendorong ekonomi kreatif,” jelas Fadli Zon.
Dia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta sangat penting untuk memperkuat ekosistem kebudayaan Indonesia, agar dapat dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, juga menegaskan hal yang sama. Menurutnya, Layar Digi hadir di saat yang tepat, di tengah peningkatan produksi film nasional. Banyak permintaan dari pemerintah daerah untuk memperluas akses bioskop ke wilayah mereka. “Jika ini difokuskan, tidak lama lagi ini akan menjadi jaringan bioskop terbesar di Indonesia,” ungkap Teuku Riefky.
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, selaku Presiden Komisaris PT Teknologi Layar Digital, menyatakan bahwa proyek ini merupakan upaya untuk menyatukan sektor hulu dan hilir industri perfilman. Menurutnya, film bukan hanya sekedar tontonan, tetapi juga memiliki potensi yang besar dalam pengembangan ekonomi kreatif dan kebudayaan nasional. Dengan adanya penambahan bioskop di Indonesia melalui inovasi seperti Layar Digi, diharapkan akan membantu mendorong perkembangan industri film tanah air menjadi lebih baik lagi.
➡️ Baca Juga: Puan Maharani Menyuarakan Perlindungan Masyarakat Dalam Menghadapi Dampak Konflik Timur Tengah Menjelang Lebaran
➡️ Baca Juga: Lenovo Hadirkan Dua Teknologi Canggih untuk Memenuhi Kebutuhan AI Anda




