PTPN Group Bangun Ekosistem Hilirisasi Ubi Kayu Melalui Kolaborasi dengan 11 Mitra Strategis

Jakarta – Dalam upaya memperkuat pengembangan komoditas ubi kayu di Provinsi Lampung, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III meluncurkan inisiatif untuk membangun ekosistem hilirisasi ubi kayu yang terintegrasi. Langkah strategis ini bertujuan untuk menciptakan rantai nilai yang komprehensif dari sektor hulu hingga hilir, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
Nota Kesepahaman dengan Mitra Strategis
Inisiatif tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PTPN I (Persero), yang merupakan anak perusahaan PTPN III, dengan sebelas mitra strategis. Para mitra ini terdiri dari berbagai entitas, termasuk perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), koperasi, dan yayasan. Penandatanganan MoU berlangsung di Kantor Regional PTPN I Regional 7, Bandar Lampung, pada Rabu, 12 Agustus 2026.
MoU ini ditandatangani oleh Plt. Region Head PTPN I Regional 7, Iyan Heryanto, dan disaksikan oleh Direktur Utama PTPN III, Denaldy Mulino Mauna, serta Direktur Pemasaran & Aset Manajemen PT PTPN I, Arif Budiman. Kerja sama ini merupakan langkah awal yang menunjukkan komitmen PTPN dalam mengembangkan ekosistem hilirisasi ubi kayu yang berkelanjutan.
Pengembangan Lahan Ubi Kayu
Kerja sama ini merupakan bagian dari rencana untuk mengembangkan lahan ubi kayu seluas 10.000 hektar di wilayah Lampung. Pada fase pertama, sebelas mitra telah merencanakan penanaman di area seluas 7.313 hektare. Sisa lahan akan dikembangkan secara bertahap, mengikuti pertumbuhan kemitraan dan kesiapan lahan yang ada.
Pengembangan lahan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi ubi kayu, tetapi juga untuk membangun rantai nilai yang menghubungkan proses budidaya dengan industri pengolahan. Dengan pendekatan ini, diharapkan ubi kayu dapat memberikan nilai tambah, serta berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan energi di Indonesia.
Membangun Rantai Nilai yang Utuh
Denaldy Mulino Mauna, Direktur Utama PTPN III, menjelaskan bahwa pengembangan ekosistem ubi kayu merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menciptakan rantai nilai yang lebih komprehensif dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. “Kami di PTPN III (Persero) membangun rantai nilai yang utuh, mulai dari hulu hingga hilir,” ungkap Denaldy.
Ia menambahkan bahwa di sisi on-farm, fokus utama adalah pada optimalisasi lahan, penerapan teknologi budidaya yang modern, dan pengembangan varietas unggul yang memiliki produktivitas tinggi. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan hasil panen ubi kayu dapat meningkat secara signifikan.
Pengembangan Industri Hilir
Di sisi hilir, pengembangan akan diarahkan pada industri pengolahan, termasuk pemanfaatan ubi kayu sebagai bahan baku bioetanol. Hal ini memiliki potensi untuk memenuhi dua kebutuhan strategis, yaitu pangan dan energi. “Dengan demikian, ubi kayu memberikan kontribusi ganda bagi ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional, sekaligus meningkatkan pendapatan petani,” jelas Denaldy.
Kolaborasi untuk Keberhasilan Program
Denaldy juga menekankan pentingnya kolaborasi dari berbagai pihak untuk memastikan keberhasilan program ini. PTPN III mendorong partisipasi aktif dari Pemerintah Provinsi Lampung, BUMDes, koperasi, BUMD, serta masyarakat lokal dalam pengembangan rantai nilai ubi kayu.
Ia mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Lampung untuk program ini. Sinergi antara PTPN III sebagai holding dan PTPN I sebagai pelaksana di lapangan diharapkan dapat mempercepat hilirisasi komoditas unggulan daerah, yang pada gilirannya akan menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Langkah Nyata Menuju Hilirisasi
“Sinergi yang digerakkan oleh PTPN III (Persero) sebagai Holding dan dilaksanakan oleh PTPN I (Persero) adalah langkah konkret untuk mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah, menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Lampung, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” tambah Denaldy.
Fokus pada Budidaya dan Industri Hilir
Direktur Pemasaran & Aset Manajemen PTPN I, Arif Budiman, menyatakan bahwa implementasi program ini akan dilakukan secara bertahap. Tahapan ini mencakup persiapan lahan, penguatan kemitraan, pengembangan budidaya, hingga integrasi dengan industri hilir.
- Pembangunan ekosistem hilirisasi ubi kayu yang terintegrasi.
- Penandatanganan MoU dengan sebelas mitra strategis.
- Pengembangan lahan 10.000 hektar di Lampung.
- Fokus pada peningkatan produksi dan nilai tambah ubi kayu.
- Kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat lokal.
Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan ekosistem hilirisasi ubi kayu dapat berkembang dengan baik, memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, serta berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan energi di Indonesia. Seiring dengan pertumbuhan industri hilir yang berkelanjutan, komoditas ubi kayu diharapkan dapat menjadi salah satu pilar penting dalam perekonomian daerah dan nasional.
➡️ Baca Juga: PT KAI Resmikan Kembali Operasional Stasiun Plabuan dan Comal untuk Layanan Terbaik
➡️ Baca Juga: Grand Lisboa Palace Macau: Menetapkan Standar Baru dengan Spa Terbaik di Dunia Tahun 2026



