Jakarta – Warga DKI Jakarta menginginkan perhatian lebih dari pemerintah provinsi terhadap kawasan Setu Babakan sebagai pusat pelestarian budaya Betawi. Dengan potensi besar yang dimiliki, kawasan ini dapat berfungsi tidak hanya sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga sebagai ruang publik yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Setu Babakan: Destinasi Wisata Budaya dan Ruang Publik
Setu Babakan telah dikenal luas sebagai salah satu destinasi wisata budaya yang menarik di Jakarta. Namun, lebih dari sekadar tempat wisata, kawasan ini juga menjadi pilihan favorit bagi warga untuk melaksanakan berbagai aktivitas sehari-hari. Letaknya yang strategis dan udara yang sejuk menjadikan Setu Babakan ramai dikunjungi oleh masyarakat lokal maupun wisatawan.
Asmoro, salah satu penduduk setempat, berbagi pandangannya: “Lingkungan di sini sangat nyaman, dan setiap hari, cukup banyak orang datang untuk bersantai atau berolahraga.” Suasana asri di sekitar dan akses yang mudah membuat kawasan ini semakin diminati.
Tantangan dalam Pengembangan Fasilitas
Namun, tidak semua aspek di Setu Babakan berjalan dengan baik. Tito Sumartono, warga lainnya, berpendapat bahwa meskipun tempat ini merupakan ikon wisata di Jakarta Selatan, fasilitas dan penataan kawasan masih perlu ditingkatkan. “Kondisi beberapa area masih kurang terorganisir, dan jalur lingkar belum memadai untuk berbagai aktivitas masyarakat,” tambahnya.
Tito juga menyoroti bahwa fasilitas yang ada saat ini belum sepenuhnya nyaman untuk pengunjung. Pada akhir pekan atau saat libur nasional, pengunjung biasanya membludak, namun kurangnya penataan membuat pengalaman mereka kurang maksimal.
- Kondisi jalur yang belum memadai untuk aktivitas.
- Fasilitas pendukung yang kurang nyaman.
- Area yang belum tertata rapi.
- Pengunjung yang membludak pada hari libur.
- Perlu penataan untuk meningkatkan kenyamanan.
Harapan untuk Penataan yang Lebih Baik
Warga berharap agar Setu Babakan dapat ditata lebih baik, mengacu pada Waduk Brigif yang telah lebih terorganisir dan nyaman. Di sana, jalur yang sudah diperbaiki dengan beton membuat warga lebih mudah untuk berjalan santai maupun berolahraga. Penataan yang baik di Setu Babakan dinilai sangat penting untuk mendukung aktivitas masyarakat tanpa harus khawatir dengan kondisi jalan yang becek atau rusak.
Dengan adanya fasilitas yang memadai, kawasan ini diharapkan bisa menjadi ruang publik yang lebih ramah dan inklusif bagi semua kalangan. Penataan yang baik tidak hanya akan meningkatkan kenyamanan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat.
Pentingnya Ruang Terbuka untuk Gaya Hidup Sehat
Menanggapi aspirasi warga, Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Muhammad Idris, meminta pemerintah provinsi untuk segera menanggapi usulan tersebut. Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas kawasan Setu Babakan dapat berpengaruh signifikan terhadap gaya hidup sehat masyarakat.
“Ruang terbuka yang representatif sangat dibutuhkan oleh warga Jakarta,” kata Idris. Ia menambahkan bahwa tidak semua orang memiliki akses ke fasilitas olahraga berbayar, sehingga Setu Babakan memiliki potensi untuk menjadi alternatif ruang publik yang terjangkau dan inklusif.
Potensi Setu Babakan sebagai Destinasi Wisata Unggulan
Di sisi lain, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Muhammad Al Fatih, melihat Setu Babakan sebagai tempat yang sangat berpotensi untuk menjadi destinasi wisata unggulan. Menurutnya, perhatian khusus dari pemerintah sangat diperlukan untuk mengembangkan kawasan ini secara profesional.
“Pengembangan kawasan ini tidak hanya akan berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitarnya,” jelas Al Fatih. Potensi ini bisa dimaksimalkan melalui promosi kerajinan, pariwisata, dan kuliner khas Betawi yang dapat menarik minat lebih banyak pengunjung.
- Promosi kerajinan lokal.
- Pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
- Penguatan ekonomi masyarakat setempat.
- Wisata kuliner khas Betawi.
- Partisipasi masyarakat dalam pengembangan kawasan.
Kesimpulan
Transformasi Setu Babakan menjadi ruang terbuka hijau yang inklusif adalah langkah yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Jakarta. Dengan penataan yang baik dan perhatian dari pemerintah, kawasan ini berpotensi tidak hanya menjadi simbol pelestarian budaya Betawi, tetapi juga sebagai ruang publik ramah yang mendukung aktivitas masyarakat. Kualitas hidup yang lebih baik, akses yang lebih luas, dan peningkatan ekonomi lokal akan menjadi manfaat nyata dari pengembangan Setu Babakan yang berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: Indrak, Spesialis SEO, Optimalisasi Penyelidikan Kasus Korupsi CPO: Geledah Kantor Ombudsman RI dan Rumah Komisioner
➡️ Baca Juga: Uji Coba Gadget Ini Menunjukkan Pengalaman Penggunaan yang Nyaman dan Efisien
