Kolaborasi Pemprov Lampung, Pemkab/Pemkot, dan Kodam XXI Percepat Pembangunan Infrastruktur Jalan Desaku Maju

Pembangunan infrastruktur jalan di pedesaan menjadi salah satu isu krusial yang dihadapi oleh Pemerintah Provinsi Lampung. Dalam upaya untuk mengatasi tantangan tersebut, Pemprov Lampung telah menjalin kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota serta Kodam XXI/Radin Inten. Melalui sinergi ini, diharapkan Program Desaku Maju dapat berjalan dengan optimal, khususnya dalam meningkatkan aksesibilitas jalan bagi masyarakat desa.
Kolaborasi untuk Pembangunan Infrastruktur
Penandatanganan kesepakatan bersama untuk Sinergi Pembangunan Daerah dalam mendukung Program Desaku Maju berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung pada Jumat, 21 Agustus 2026. Acara ini menandai komitmen bersama antara Pemprov, pemerintah kabupaten/kota, dan Kodam XXI/Radin Inten dalam melakukan pembangunan infrastruktur jalan yang lebih baik.
Gubernur Lampung, Mirza, menekankan bahwa pertemuan ini lebih dari sekadar penandatanganan dokumen. Ini adalah kesempatan untuk menyatukan visi dan misi dalam membangun desa-desa di seluruh Lampung. Ia mengajak semua pihak untuk bergerak bersama demi mencapai tujuan yang sama.
Mengatasi Tantangan Infrastruktur Jalan
Mirza mengungkapkan bahwa masalah infrastruktur jalan masih menjadi tantangan besar di Provinsi Lampung. Panjang jalan provinsi yang ada mencapai 1.695 kilometer, dengan kondisi jalan mantap yang sudah mencapai sekitar 76 persen. Namun, masih ada sekitar 24 persen jalan yang memerlukan perbaikan. Untuk menangani semua jalan provinsi yang belum memadai, dibutuhkan anggaran sekitar Rp4,7 triliun.
Di sisi lain, isu yang lebih kompleks terletak pada jalan kabupaten dan desa. Mirza menjelaskan bahwa banyak masalah yang diwariskan dari masa lalu, seperti truk Over Dimension Over Load (ODOL) dan kualitas konstruksi yang buruk. Hal ini menyebabkan ketidakpuasan di kalangan masyarakat, yang mengharapkan ada perbaikan dari pemerintah.
Inovasi dalam Pembangunan Infrastruktur Desa
Mirza juga menekankan perlunya inovasi dan model kerja sama yang baru dalam pembangunan infrastruktur desa. Ia menginginkan agar pembangunan dapat dilakukan secara lebih efisien, dengan kualitas yang tetap terjaga. “Kita perlu mencari cara agar manfaat dari pembangunan ini dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Sinergi dengan Kodam XXI/Radin Inten sangat penting dalam mencapai tujuan ini. Menurut Mirza, kehadiran TNI di Provinsi Lampung tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga sebagai kekuatan yang dapat membantu menyelesaikan persoalan pembangunan di daerah.
Pentingnya Kerja Sama untuk Kemajuan Daerah
Sebagai seorang kepala daerah, Mirza meyakini bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak adalah kunci untuk memanfaatkan sumber daya yang ada. Ia meminta Kodam XXI/Radin Inten untuk berperan aktif dalam membantu pemerintah daerah memperbaiki infrastruktur jalan desa melalui program Karya Bakti TNI yang berkolaborasi dengan masyarakat.
Tujuannya adalah untuk menciptakan pembangunan yang lebih terjangkau, lebih luas jangkauannya, dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat. Menurut Mirza, keberhasilan pembangunan harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa.
Fokus pada Kesejahteraan Masyarakat
Mirza ingin masyarakat desa di Provinsi Lampung dapat merasakan manfaat dari program-program pembangunan yang sedang dijalankan. Ia berharap ketika mengunjungi desa, ia akan melihat petani yang bahagia dengan hasil panen mereka, baik itu padi, jagung, maupun singkong. “Kami ingin masyarakat tersenyum karena hasil pertanian mereka baik dan mereka mendapatkan harga yang layak,” ungkapnya.
Selain fokus pada pembangunan infrastruktur, Pemerintah Provinsi Lampung juga memiliki program pupuk hayati cair (PHC) yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Mirza meminta dukungan dari para bupati agar program ini dapat dilaksanakan dengan baik, terutama untuk petani yang mengelola lahan pertanian seluas 1,8 juta hektare.
Inisiatif Tambahan untuk Meningkatkan Produktivitas
Pemerintah Provinsi Lampung juga merencanakan penyediaan mesin pengering hasil pertanian (bed dryer) untuk membantu meningkatkan kualitas produk pertanian. Melalui inovasi ini, diharapkan hasil pertanian dapat memiliki nilai tambah yang lebih tinggi di pasar.
Lebih lanjut, pelatihan vokasi bagi penduduk desa usia produktif juga menjadi bagian dari program ini. Bagi mereka yang hanya memiliki pendidikan dasar dan belum memiliki keterampilan khusus, pelatihan ini akan memberikan keahlian yang bisa dimanfaatkan untuk bekerja atau berwirausaha.
Mendorong Penguatan Ekonomi Desa
Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk mendorong penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian desa. Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi dan mampu bersaing di pasar.
“Jadi, fokus Pemerintah Provinsi Lampung adalah untuk mengembangkan desa,” tegas Mirza. Ia berharap bahwa kesepakatan yang telah ditandatangani akan menjadi langkah awal untuk mempercepat pelaksanaan Program Desaku Maju di seluruh Provinsi Lampung.
Memperkuat Kapasitas Pemerintah Daerah
Mirza menegaskan bahwa sinergi ini bukanlah untuk mengambil alih tugas para bupati dan pemerintah daerah, melainkan untuk memperkuat kapasitas mereka agar tujuan bersama dapat tercapai dengan lebih cepat dan tepat sasaran. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Panglima Kodam XXI/Radin Inten beserta seluruh jajaran, serta para bupati dan wali kota yang telah mendukung program ini.
Keberhasilan pembangunan desa, menurut Mirza, dapat dicapai jika kekuatan dan kebijakan pemerintah daerah dipadukan dengan kemampuan kewilayahan TNI, serta didukung oleh partisipasi aktif dari dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat luas.
Penandatanganan Kesepakatan Bersama
Acara penandatanganan kesepakatan tersebut diawali oleh para bupati dan wali kota, dilanjutkan dengan Gubernur Lampung dan Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi. Kegiatan ini juga disaksikan oleh Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Lampung, Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Lampung, serta Sekretaris Daerah Provinsi Lampung.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan pembangunan infrastruktur jalan desaku maju dapat berjalan lebih cepat dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, sehingga kesejahteraan di Provinsi Lampung dapat terwujud.
➡️ Baca Juga: Guru BK Sebagai Penjaga Kesehatan Mental di Sekolah Kota Bandung yang Lebih Sehat
➡️ Baca Juga: Strategi Bisnis Efektif untuk Mempercepat Distribusi Produk ke Konsumen




