Pemkot Malang Resmi Luncurkan Angkutan Pelajar Gratis dengan Verifikasi Angkot Bertahap

Kota Malang, yang terletak di Jawa Timur, baru-baru ini mengambil langkah signifikan dalam meningkatkan akses transportasi bagi pelajar. Dengan memperkenalkan layanan angkutan pelajar gratis, Pemerintah Kota Malang berupaya untuk memperlancar mobilisasi siswa dari rumah ke sekolah dan sebaliknya. Peluncuran program ini dilakukan pada tanggal 31 Agustus 2023, dan diharapkan dapat menjawab tantangan yang dihadapi oleh banyak pelajar dalam hal transportasi harian.
Inisiatif Angkutan Pelajar Gratis
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang secara bertahap telah menyiapkan armada angkutan kota (angkot) untuk mendukung layanan ini. Kepala Dishub, Widjaja Saleh Putra, mengungkapkan bahwa jumlah ideal angkot yang dibutuhkan untuk program ini adalah 96 unit. Namun, hingga saat ini, baru 66 unit yang berhasil disiapkan untuk beroperasi.
“Kami sedang menunggu pengoperasian tambahan dari koperasi yang bekerja sama dengan Dishub untuk menjalankan angkutan pelajar gratis ini. Untuk saat ini, kami akan memulai dengan 66 unit yang telah tersedia,” jelas Widjaja.
Verifikasi dan Standarisasi Angkutan
Dishub Kota Malang menetapkan standar yang ketat dalam pelaksanaan layanan ini. Setiap angkot yang akan digunakan dalam program ini harus terdaftar melalui koperasi dan menjalani proses verifikasi dengan kartu pengawasan angkutan. Kartu ini berfungsi sebagai jaminan bahwa angkot tersebut memenuhi semua persyaratan operasional.
Widjaja menambahkan, setelah kartu pengawasan dinyatakan valid, angkot tersebut akan dinyatakan layak untuk beroperasi sebagai angkutan pelajar gratis. “Kartu ini memastikan bahwa kendaraan telah lolos uji KIR dan bahwa STNK-nya aktif. Dengan demikian, satu syarat ini sudah mencakup banyak aspek penting,” jelasnya.
Proses Penyediaan Angkutan
Terkait dengan timeline pemenuhan ketersediaan armada angkutan pelajar, Widjaja menyatakan bahwa hal ini sangat bergantung pada pihak koperasi. “Kami bekerja sama dengan koperasi, bukan dengan masing-masing angkutan secara individual,” tegasnya.
Sosialisasi kepada Masyarakat
Selain mempersiapkan armada, Dishub Kota Malang juga berfokus pada sosialisasi program ini kepada sekolah-sekolah, siswa, dan orang tua. Kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat menjadi bagian penting dalam proses ini.
Sosialisasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa program angkutan pelajar gratis dapat berjalan secara maksimal dan memenuhi kebutuhan mobilisasi pelajar. Dengan langkah ini, diharapkan para siswa akan lebih mudah untuk menjangkau sekolah mereka.
Pemantauan dan Evaluasi
Pemerintah Kota Malang tidak hanya berhenti pada peluncuran program, tetapi juga akan terus melakukan pemantauan untuk mengevaluasi efektivitas layanan ini. Pemantauan bertujuan untuk memastikan bahwa kendaraan yang tersedia dapat menjangkau area sekolah dengan baik.
Jam Operasional Layanan
Layanan angkutan pelajar gratis dijadwalkan beroperasi sesuai dengan jam masuk dan pulang sekolah. Ini bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan armada dan memastikan bahwa siswa dapat tiba di sekolah tepat waktu, serta kembali ke rumah dengan aman.
Anggaran dan Skema Operasional
Pemerintah Kota Malang telah mengalokasikan dana sebesar Rp1,9 miliar untuk mendukung program ini. Dalam pelaksanaannya, Dishub menerapkan skema buy the service (BTS) untuk operasional angkutan pelajar.
Dengan langkah ini, diharapkan angkutan pelajar gratis dapat menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan aksesibilitas pendidikan bagi siswa-siswa di Kota Malang. Program ini tidak hanya mendukung mobilisasi pelajar, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dengan mengurangi beban biaya transportasi bagi orang tua.
➡️ Baca Juga: Satgas Pamtas Yonif 511/DY Tingkatkan Komunikasi Sosial di Distrik Yugungwi Lanny Jaya
➡️ Baca Juga: PON 2028 NTT-NTB Dilaksanakan Sebagian di Jakarta Karena Venue Tidak Memadai




