Perum Bulog Bali Laporkan Penyerapan Beras Sebanyak 7.218 Ton per 7 Oktober 2026

Perum Bulog Kantor Wilayah Bali telah mencatatkan pencapaian yang signifikan dalam penyerapan beras hingga tanggal 7 Oktober 2026, dengan total mencapai 7.218 ton setara beras. Angka ini menunjukkan realisasi sebesar 190,61 persen dari target pengadaan beras tahun ini yang ditetapkan sebesar 3.786 ton. Pencapaian ini tidak hanya menggambarkan efektivitas penyerapan hasil produksi lokal, tetapi juga menunjukkan komitmen Bulog dalam memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di wilayah Bali.
Realisasi Pengadaan Beras yang Menggembirakan
Pemimpin Wilayah Bulog Bali, Simon Melkisedek Lakapu, mengungkapkan bahwa pencapaian pengadaan beras di Bali telah melampaui target yang ditetapkan. Dengan total penyerapan mencapai 7.218 ton, Bulog Bali telah berhasil mencapai lebih dari dua kali lipat dari target yang ditentukan. Ini adalah bukti nyata dari kerja keras tim Bulog dalam mendukung petani lokal serta memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Optimalisasi Penyerapan Hasil Pertanian
Simon menjelaskan bahwa pencapaian ini mencerminkan optimalisasi penyerapan hasil panen petani di Bali. Pihak Bulog telah berupaya menguatkan seluruh jaringan pembelian di tingkat produksi, serta meningkatkan sarana penyimpanan untuk memastikan bahwa hasil panen dapat terserap dengan baik.
- Menguatkan jaringan pembelian di tingkat produksi.
- Meningkatkan kesiapan sarana penyimpanan.
- Memastikan hasil panen petani terserap optimal.
- Memperkuat stok pangan yang dikelola pemerintah.
- Melibatkan berbagai pihak dalam proses pengadaan.
Apresiasi Terhadap Kontribusi Semua Pihak
Dalam pernyataannya, Simon menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian ini. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak lepas dari kerja keras, dedikasi, dan semangat seluruh insan Bulog yang terjun langsung ke lapangan untuk mendampingi para petani.
“Di balik keberhasilan ini ada upaya tiada henti dari tim Bulog di seluruh Indonesia. Mereka tidak hanya mengawasi, tetapi juga berkolaborasi dengan petani untuk memastikan hasil panen terserap dengan baik,” ujarnya.
Kerja Sama yang Kuat untuk Keberhasilan
Keberhasilan Bulog Bali dalam melampaui target pengadaan beras juga menjadi tanda bahwa amanah pemerintah dapat dilaksanakan dengan baik melalui sinergi yang erat antara berbagai pihak. Simon mengungkapkan, “Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden yang telah memberikan kepercayaan kepada Bulog, serta dukungan dari Kemenko Pangan, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, TNI, dan pemerintah daerah.”
Capaian Nasional yang Menggembirakan
Pencapaian positif yang diraih oleh Bulog Bali sejalan dengan catatan nasional, di mana Perum Bulog mencatatkan rekor pengadaan tertinggi dalam sejarah. Hingga tanggal 8 Oktober 2026, total pengadaan Public Service Obligation (PSO) secara nasional telah mencapai 4.115.014 ton setara beras, yang berarti telah memenuhi 102,88 persen dari target penugasan pemerintah yang ditetapkan sebesar 4 juta ton.
Capaian ini juga melampaui realisasi tahun 2025 yang tercatat sebesar 3.191.969 ton setara beras, menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam pengadaan beras nasional.
Rekor Pengadaan yang Mengesankan
Rekor yang dicapai ini lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, termasuk rekor tertinggi pada tahun 2012 yang hanya mencapai 3,65 juta ton. Dengan pencapaian ini, Bulog tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga menunjukkan kinerja yang meningkat dalam menjalankan perannya.
Menyongsong Masa Depan yang Lebih Baik
Berdasarkan kinerja pengadaan yang kuat ini, Bulog mengharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam ketahanan pangan Indonesia, terutama dalam memasuki dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dengan terus memperkuat tiga pilar ketahanan pangan, Bulog berkomitmen untuk menyediakan pangan yang cukup dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.
Dengan langkah-langkah strategis yang diambil dan kerja sama yang solid, Bulog Bali siap untuk menghadapi tantangan di masa depan, memastikan bahwa setiap petani mendapatkan manfaat dari hasil panen mereka dan masyarakat mendapatkan akses yang lebih baik terhadap pangan.
➡️ Baca Juga: Mobil Irit BBM yang Cocok untuk Gen-Z, Solusi Cerdas untuk Gaya Hidup ‘Gaoel
➡️ Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi untuk Pembangunan Maluku Utara




