Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

slot depo 10k slot depo 10k
Ekonomi

Klaim Swasembada Pangan Indonesia Terkendala dengan Impor 3,5 Juta Ton Setiap Tahun

Jakarta – Dalam sebuah diskusi interaktif yang diadakan di Gudang Filial Perum Bulog Karawang, Jawa Barat, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mempresentasikan pencapaian Indonesia dalam mencapai swasembada pangan. Diskusi ini dihadiri oleh berbagai pengamat, akademisi, dan jurnalis yang tertarik pada isu ketahanan pangan nasional.

Impor Pangan dan Capaian Swasembada

Amran menegaskan bahwa total impor pangan pokok yang strategis untuk konsumsi hanya berkisar sekitar 5 persen. Angka ini masih berada di bawah batas maksimum yang ditetapkan, yaitu 10 persen, sesuai dengan definisi swasembada menurut The Food and Agriculture Organization (FAO).

Secara rinci, Amran menyampaikan bahwa total impor dari tiga komoditas pangan pokok strategis mencapai 3,5 juta ton. Rincian dari angka tersebut adalah kedelai sebanyak 2,6 juta ton, bawang putih 600 ribu ton, dan daging ruminansia sebanyak 350 ribu ton.

Kebutuhan Konsumsi Pangan Nasional

Kebutuhan konsumsi untuk 11 komoditas pangan pokok selama satu tahun mencapai 68,7 juta ton. Dengan porsi impor yang tercatat sekitar 5,1 persen, hal ini menunjukkan bahwa ketergantungan pada impor masih dalam batas yang dapat diterima.

Amran menjelaskan, “Jika kita membagi 3,5 juta ton dengan total kebutuhan 68 juta ton, hasilnya adalah sekitar 5 persen, yang lebih sedikit dari angka batas yang disepakati. Kita telah mencapai konsensus berdasarkan definisi FAO tentang swasembada pangan.” Ini menunjukkan bahwa Indonesia berada di jalur yang benar dalam upaya mencapai kemandirian pangan.

Produksi Pangan Dalam Negeri yang Signifikan

Produksi 11 komoditas pangan pokok di dalam negeri tercatat mencapai 73,7 juta ton per tahun. Amran merinci bahwa komoditas tersebut meliputi beras, jagung, cabai rawit, cabai besar, daging ayam, telur, bawang merah, gula, kedelai, bawang putih, dan daging sapi/kerbau.

“Dengan demikian, swasembada pangan, ketahanan pangan, dan kemandirian pangan dapat dicapai secara bersamaan. Sesuai dengan Perpres 125/2022, ada 11 komoditas yang harus dipenuhi, dan beras merupakan yang paling dominan dalam hal porsi konsumsi,” ungkap Amran.

Porsi Konsumsi Beras yang Tinggi

Dari total konsumsi sebesar 68,7 juta ton, beras menyumbang 45,2 persen atau sekitar 31,1 juta ton. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk menjaga agar stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tetap kuat dan mencukupi.

Stok Beras yang Meningkat Pesat

Badan Pangan Nasional mencatat bahwa stok beras Bulog per 23 April 2026 telah mencapai lebih dari 5 juta ton. Angka ini meningkat pesat, yaitu sebesar 264,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama dua tahun sebelumnya, yang hanya tercatat 1,37 juta ton. Jika dibandingkan dengan April 2025 yang mencapai 3,01 juta ton, stok beras Bulog juga mengalami peningkatan sebesar 65,8 persen.

Serapan Beras dari Produksi Dalam Negeri

Serapan beras dari produksi dalam negeri per tanggal 23 April 2026 juga menunjukkan peningkatan yang signifikan, mencapai 2,31 juta ton. Capaian ini mencatatkan kenaikan sebesar 790 persen dibandingkan dengan periode Januari–April 2024 yang hanya 259,9 ribu ton, dan meningkat 29,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Amran menjelaskan, “Alasan mengapa swasembada pangan sering kali identik dengan beras adalah karena komposisi konsumsi masyarakat Indonesia yang dapat mencapai 60, 70, hingga 80 persen dari total konsumsi pangan.” Ini menunjukkan betapa pentingnya beras dalam pola makan masyarakat Indonesia.

Visi Pangan di Bawah Kepemimpinan

Dalam penutup, Amran menyampaikan keyakinan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, masalah pangan di Indonesia akan dapat diselesaikan. “Kita fokus pada dua hal utama: penyediaan pangan dan protein. Dengan langkah-langkah yang tepat, kita dapat memenuhi kebutuhan karbohidrat dan protein masyarakat secara optimal,” pungkas Amran.

➡️ Baca Juga: Rangkaian Acara Peringatan HUT Kemerdekaan RI di Jawa Barat Termasuk Kirab Merah Putih

➡️ Baca Juga: Update Cedera Stephen Curry: Absen 10 Hari, Kondisi Lutut Kanan Masih Tidak Pasti

Related Articles

Back to top button