Wakil Wali Kota Banjar Awasi Program BTQ untuk Cegah Buta Huruf Al Quran di SDN 2 Banjar

Di tengah upaya yang terus berlangsung untuk memberantas buta huruf Al Quran di kalangan anak-anak, Pemerintah Kota Banjar menunjukkan keseriusannya melalui Program Baca Tulis Al Quran (BTQ). Monitoring terbaru yang dilakukan oleh Wakil Wali Kota Banjar, Dr. H. Supriana, M.Pd., di SDN 2 Banjar menjadi salah satu langkah nyata untuk memastikan bahwa generasi muda mendapat akses yang baik terhadap pembelajaran Al Quran.
Komitmen Pemerintah Kota Banjar dalam Pendidikan Al Quran
Program BTQ adalah bagian integral dari komitmen jangka panjang Pemerintah Kota Banjar untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki kemampuan membaca kitab suci yang baik. Kegiatan ini berfokus pada siswa-siswa di tingkat Sekolah Dasar dan dirancang untuk memberikan dasar yang kuat dalam pembelajaran Al Quran.
Antusiasme Siswa dan Guru
Kehadiran Dr. H. Supriana disambut dengan semangat oleh para siswa dan tenaga pengajar di SDN 2 Banjar. Monitoring ini tidak hanya mencakup peninjauan secara administratif, tetapi juga melibatkan interaksi langsung dengan siswa. Dalam sesi tersebut, para siswa kelas 5 dipanggil untuk membaca ayat-ayat Al Quran di depan Wakil Wali Kota, yang memberikan gambaran langsung mengenai efektivitas program BTQ yang diterapkan di sekolah tersebut.
Evaluasi Berkala untuk Pengembangan Siswa
Dr. Supriana menegaskan pentingnya monitoring berkala sebagai alat untuk mengevaluasi perkembangan kemampuan siswa dari waktu ke waktu. Dengan evaluasi langsung, pihak sekolah dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kualitas pengajaran dan pemahaman siswa. Ini memungkinkan pihak berwenang untuk melakukan intervensi apabila ditemukan kekurangan dalam proses belajar mengajar.
“Monitoring seperti ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun karakter generasi muda yang religius dan berakhlak mulia,” ungkapnya pada Rabu, 7 Oktober 2026. Pernyataan ini menunjukkan dedikasi yang tinggi terhadap kualitas pendidikan yang diberikan kepada anak-anak.
Kerja Sama Lintas Sektor untuk Kesuksesan Program
Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara berbagai sektor untuk keberhasilan Program BTQ. Ia menekankan bahwa pendidikan bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan memerlukan dukungan dari semua elemen dalam masyarakat.
- Peran orang tua dalam mendukung pendidikan di rumah
- Dukungan dari komunitas sekitar
- Kerjasama antara sekolah dan lembaga keagamaan
- Keterlibatan pemerintah dalam penyediaan sumber daya
- Pentingnya lingkungan yang mendukung pembelajaran Al Quran
Pentingnya Peran Orang Tua dan Masyarakat
Dr. Supriana menekankan bahwa peran orang tua dalam mendidik anak di rumah sangat krusial. Dukungan dari lingkungan masyarakat juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan membaca Al Quran yang diperoleh siswa di sekolah. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan kemampuan siswa dalam membaca Al Quran dapat terus dipraktikkan dan ditingkatkan.
“Saya yakin, melalui program ini, kita dapat mengatasi buta huruf Al Quran di kalangan generasi muda Kota Banjar. Saya akan kembali melakukan penilaian untuk melihat perkembangan kalian,” ujarnya, menandakan komitmennya untuk terus memantau dan mendukung proses belajar mengajar yang berlangsung.
Harapan untuk Generasi Mendatang
Dengan adanya monitoring yang berkelanjutan ini, Pemerintah Kota Banjar memiliki harapan besar untuk menciptakan generasi yang mampu membaca Al Quran dengan lancar. Ini bukan hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga tentang membangun karakter dan akhlak yang baik pada generasi muda.
Melalui berbagai inisiatif dan program yang ada, diharapkan angka buta huruf Al Quran dapat berkurang secara signifikan, dan setiap anak di Kota Banjar dapat mengakses pendidikan yang berkualitas. Keseriusan Pemerintah Kota Banjar dalam menghadapi isu ini menunjukkan bahwa mereka berkomitmen untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat, Program Baca Tulis Al Quran (BTQ) diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan dan menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan mengenal agamanya dengan baik.
➡️ Baca Juga: Investasi THR yang Cerdas: 3 Strategi Terbaik untuk Membeli Emas, Bukan Sekadar Baju Baru
➡️ Baca Juga: Warga Padalarang Desak Satpol PP Tertibkan Bangunan Besar Secara Adil dan Tepat




