Kemenperin Manfaatkan Mentor Hub untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Kecil Menengah Indonesia

Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) di Indonesia dengan memanfaatkan layanan Mentor Hub. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi yang bertujuan untuk menyediakan konsultasi bisnis yang bermanfaat bagi pelaku usaha.
Sinergi Antara Kemenperin dan Perguruan Tinggi
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengungkapkan bahwa kerjasama dengan lembaga pendidikan tinggi merupakan langkah strategis dalam menciptakan sinergi lintas sektor. Hal ini bertujuan untuk memperkuat fondasi industri nasional dan menjadikan program-program pemerintah lebih efektif.
Perguruan tinggi memiliki keunggulan dalam hal sumber daya manusia, keahlian, serta basis ilmu pengetahuan yang diperlukan untuk mendukung pengembangan industri. Dalam konteks ini, mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan melalui program pembinaan yang lebih terarah.
Peran Mitra Kolaborasi dalam Meningkatkan Efektivitas Program
Menurut Menperin, mitra kolaborasi memiliki berbagai pandangan dan pengalaman yang dapat saling melengkapi. Dengan demikian, program-program yang dilaksanakan oleh Kemenperin dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi pelaku IKM.
Pentingnya IKM dalam Perekonomian Nasional
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi industri kecil dan menengah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pengolahan nonmigas mencapai 21,07 persen pada triwulan II 2026. IKM juga berperan penting dalam penyerapan tenaga kerja, di mana pada Februari 2026 tercatat 13,06 juta orang terlibat dalam sektor ini, dengan jumlah unit usaha mencapai 4,44 juta.
Memperluas Akses Pembinaan Melalui Mentor Hub
Dalam upaya memperluas akses pembinaan, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) telah menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi terkemuka, seperti ISI Yogyakarta, Universitas Ciputra Surabaya, Telkom University, Universitas Pertamina, dan Universitas Sebelas Maret (UNS) sejak 22 September 2026.
Direktur Jenderal IKMA, Reni Yanita, menyatakan bahwa kolaborasi ini diwujudkan melalui platform Mentor Hub, yang menawarkan layanan konsultasi gratis secara daring melalui aplikasi web Smart Sentra.
Fungsi dan Manfaat dari Mentor Hub
Melalui program Mentor Hub, pelaku IKM dapat memilih mentor sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi. Setiap sesi konsultasi berlangsung selama 30 menit dan dapat disesuaikan dengan jadwal mentor yang bersangkutan.
Saat ini, terdapat 29 mentor yang berasal dari lima perguruan tinggi yang terlibat. Pada periode percobaan di bulan September 2026, sebanyak 45 sesi konsultasi telah dilaksanakan, dengan fokus utama pada empat bidang, yaitu desain produk, branding, pemasaran, dan strategi bisnis.
Feedback dan Perbaikan Layanan
Konsultasi yang dilakukan oleh IKM juga berfungsi sebagai masukan berharga bagi pihak Kemenperin untuk menyempurnakan layanan yang diberikan. Menurut Budi Setiawan, Direktur Industri Kimia, Sandang, dan Kerajinan Ditjen IKMA, hasil dari konsultasi ini akan menjadi wawasan tambahan untuk lebih memahami kebutuhan pelaku IKM dan menyiapkan kebijakan yang lebih efektif.
Langkah ke Depan untuk Mentor Hub
Ke depan, Kemenperin akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program Mentor Hub dan berencana untuk memperluas kolaborasi dengan menambah mitra perguruan tinggi serta tenaga pengajar. Dengan langkah ini, diharapkan manfaat bagi pelaku IKM dapat meningkat, dan daya saing industri kecil menengah di Indonesia dapat terus berkembang.
Inisiatif ini diharapkan tidak hanya mampu mendukung pelaku IKM dalam menghadapi tantangan bisnis, tetapi juga menjadi sarana untuk memfasilitasi pertumbuhan inovasi dan kreativitas di sektor industri. Dengan demikian, Mentor Hub diharapkan dapat menjadi pilar penting dalam pengembangan industri kecil menengah di Indonesia, yang berkontribusi pada perekonomian nasional secara keseluruhan.
➡️ Baca Juga: Puluhan Pasien ODGJ di Bekasi Antusias Ikuti Upacara Kemerdekaan dengan Semangat Tinggi
➡️ Baca Juga: Respons ASEAN Terhadap Karhutla Indonesia, Kedaulatan RI Tetap Terjaga dan Dihormati




