Pelaku UMKM Harus Kuasai ESG dan Manajemen Keuangan untuk Memperkuat Bisnis

Jakarta – Dalam era yang semakin kompetitif dan berfokus pada keberlanjutan, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dituntut untuk menguasai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta manajemen keuangan yang efektif. Keduanya bukan hanya sekadar tren, tetapi menjadi elemen penting yang dapat memperkuat daya saing dan keberlangsungan bisnis. Di Indonesia, yang memiliki sekitar 4,52 juta unit IKM, peningkatan kapasitas ini menjadi krusial untuk mendorong transformasi industri yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Pentingnya ESG dalam Bisnis Modern
Penerapan prinsip ESG dalam kegiatan usaha memberikan manfaat yang signifikan. Dengan mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola, pelaku usaha dapat:
- Meningkatkan reputasi dan kepercayaan konsumen.
- Menurunkan risiko operasional.
- Mengakses pembiayaan yang lebih mudah.
- Memperluas pasar melalui produk yang lebih berkelanjutan.
- Memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Di tengah perubahan pasar yang cepat, pelaku UMKM yang mengadopsi praktik ESG mampu beradaptasi lebih baik terhadap tuntutan konsumen dan regulasi yang semakin ketat. Hal ini semakin relevan dengan adanya kesadaran global akan isu-isu keberlanjutan.
Pelatihan untuk Meningkatkan Kapasitas UMKM
Untuk mendukung pengembangan UMKM, PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) berkolaborasi dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dan Kementerian Perindustrian menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Keuangan dan Bisnis Berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan 2026 ini dihadiri oleh 100 pelaku usaha, termasuk IKM binaan Kementerian Perindustrian serta pemasok lokal MR.D.I.Y. Indonesia.
Pelatihan ini mengusung tema “Growing Sustainably Together: Future Proofing ESG-Driven Supply Chain,” yang menekankan pentingnya integrasi ESG dalam strategi bisnis. Peserta mendapatkan wawasan dari praktisi industri tentang cara meningkatkan efisiensi operasional dan mengelola keuangan dengan lebih baik.
Manajemen Keuangan yang Efektif
Manajemen keuangan yang sehat menjadi dasar bagi keberlangsungan usaha. Dalam pelatihan tersebut, CIMB Niaga memberikan pembekalan tentang pengelolaan arus kas dan pentingnya memanfaatkan layanan keuangan formal. Beberapa poin penting dalam manajemen keuangan yang dibahas meliputi:
- Pentingnya perencanaan anggaran yang baik.
- Strategi pengelolaan kas untuk meminimalkan risiko likuiditas.
- Penggunaan teknologi dalam transaksi keuangan.
- Pemahaman tentang berbagai sumber pembiayaan.
- Pengelolaan utang dan piutang yang efektif.
Pembekalan ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM dalam meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola keuangan, yang pada gilirannya akan berdampak positif terhadap pertumbuhan bisnis.
Peran CIMB Niaga dalam Pembiayaan Berkelanjutan
Bank CIMB Niaga berkomitmen untuk mendukung UMKM melalui solusi pembiayaan yang berkelanjutan. Menurut Miranty Supardi, Head of Corporate Banking, pelaku IKM memerlukan tidak hanya pembiayaan, tetapi juga bimbingan untuk meningkatkan kapasitas bisnis mereka. Melalui pendekatan ini, CIMB Niaga berusaha membantu UMKM bertransisi menuju praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan.
Dukungan Terhadap Program IKM Hijau
Pelatihan ini juga sejalan dengan Program Pemberdayaan IKM Hijau yang diluncurkan oleh Kementerian Perindustrian. Program ini bertujuan untuk membantu pelaku usaha menyesuaikan diri dengan perkembangan pasar global melalui penerapan praktik industri yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Menurut Reni Yanita, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian, transformasi industri hijau harus melibatkan pelaku usaha dari berbagai skala, termasuk IKM. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan sektor swasta sangat diperlukan untuk memperluas akses pengetahuan dan memberikan contoh penerapan keberlanjutan yang dapat diikuti oleh pelaku usaha lainnya.
Penerapan Praktik ESG oleh CV Karya Wahana Sentosa
CV Karya Wahana Sentosa, salah satu pemasok lokal MR.D.I.Y. Indonesia, berbagi pengalaman mereka dalam mengembangkan produk peralatan dapur berbahan kayu yang berkelanjutan. Mereka menggunakan bahan baku kayu yang bersumber secara bertanggung jawab dan memiliki sertifikasi Forest Stewardship Council (FSC). Pengalaman ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan prinsip keberlanjutan, perusahaan dapat memperkuat daya saing dan memperluas akses pasar.
Keberhasilan Penjualan dan Pertumbuhan Bisnis
Performa KWaS di MR.D.I.Y. Indonesia hingga Oktober 2026 menunjukkan pencapaian yang signifikan, dengan 85% dari total penjualan sepanjang 2025. Ini menjadi salah satu indikator bahwa kemitraan dengan jaringan ritel dapat meningkatkan pertumbuhan bisnis secara signifikan.
Dalam konteks yang lebih luas, penguatan kapasitas IKM menjadi bagian dari program pemberdayaan UMKM MR.D.I.Y. Indonesia, “MR.D.I.Y. Untuk Indonesia.” Pada tahun 2025, lebih dari 300 UMKM dari tiga provinsi mengikuti program pelatihan yang berfokus pada digitalisasi dan penerapan prinsip keberlanjutan.
Pendampingan dan Penyusunan Laporan Keberlanjutan
Program ini juga membantu peserta dalam menyusun laporan keberlanjutan dengan mengacu pada standar Global Reporting Initiative (GRI). Dengan memberikan pelatihan dan pendampingan, MR.D.I.Y. Indonesia bertujuan untuk memperkuat kemampuan para pelaku usaha lokal dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis mereka.
Akses Pasar Melalui Rantai Pasok yang Bertanggung Jawab
MR.D.I.Y. Indonesia berkomitmen untuk melibatkan pemasok lokal dalam rantai pasok perusahaan. Sepanjang tahun 2025, nilai transaksi pembelian dari mitra pemasok lokal mencapai Rp949 miliar. Dengan jaringan lebih dari 1.400 toko, MR.D.I.Y. Indonesia berperan sebagai saluran distribusi yang membantu pemasok lokal menjangkau konsumen di berbagai wilayah.
Rika Juniaty Tanzil, CFO MR.D.I.Y. Indonesia, menekankan bahwa pengembangan usaha lokal perlu didukung dari berbagai aspek, mulai dari kemampuan pengelolaan keuangan hingga penerapan praktik bisnis berkelanjutan. Penguatan kapasitas pemasok lokal diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan memperkuat industri nasional.
Dalam menghadapi tantangan dan peluang di pasar yang semakin kompetitif, pelaku UMKM yang menguasai ESG dan manajemen keuangan akan memiliki keunggulan yang signifikan. Keduanya merupakan landasan penting dalam membangun bisnis yang tidak hanya berkelanjutan tetapi juga berdaya saing tinggi.
➡️ Baca Juga: Pemerintah Bersih dan Kredibel Kunci Percepatan Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang Besar
➡️ Baca Juga: Joji Rencanakan Tur Konser Asia 2026, Apakah Indonesia Jadi Tujuan?




