happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

slot depo 10k slot depo 10k
basarnasBeritapriasumurtasikmalayatewas

Pria 63 Tahun Ditemukan Tewas di Dasar Sumur 19 Meter, Proses Evakuasi Berhasil Dilakukan

Dalam sebuah insiden tragis yang mengguncang Kampung Sindangpalay, Desa Jahiang, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, seorang pria berusia 63 tahun bernama Amin ditemukan tidak bernyawa di dasar sumur tua sedalam 19 meter pada malam hari Selasa, 29 September 2026. Peristiwa ini bermula saat Amin pergi ke kebun untuk membersihkan area tersebut, namun berakhir dengan tragedi yang menimpa keluarganya.

Awal Mula Kejadian

Setelah melaksanakan ibadah Ashar, Amin memutuskan untuk mengunjungi kebun miliknya yang terletak sekitar 20 meter dari rumahnya. Tujuannya adalah untuk membersihkan kebun dan membakar sisa-sisa ranting pohon yang telah dikumpulkan. Namun, waktu berlalu dan Amin tidak kunjung kembali, yang menimbulkan rasa cemas di hati istrinya, Uwar Warhamah.

Kekhawatiran Istri

Kekhawatiran Uwar semakin dalam ketika waktu menunjukkan pukul 16.30 WIB dan suaminya masih belum kembali. Merasa tidak tenang, ia meminta bantuan adiknya, Aep, untuk mencari Amin di kebun. Pencarian ini menjadi titik awal dari penemuan yang menyedihkan.

Pencarian yang Mencurigakan

Setibanya di kebun, Aep tidak menemukan Amin. Namun, ia menemukan sapu lidi milik Amin tergeletak tidak jauh dari bibir sumur, sekitar 30 sentimeter. Selain itu, jejak pembakaran ranting terlihat di sekitar lokasi tersebut, menambah kecurigaan bahwa sesuatu yang tidak biasa telah terjadi.

Kondisi Sumur

Penutup sumur, yang terbuat dari beton dan kerangka bambu, terlihat terbuka, menandakan bahwa sumur tersebut belum lama ini diakses. Sumur yang berdiameter 80 sentimeter ini sudah tidak digunakan selama lima tahun terakhir, dan kondisinya mulai berbahaya. Di dalamnya terdapat air, lumpur, serta potensi ancaman dari ular.

Upaya Penyelamatan

Dengan segera, Aep dan beberapa warga setempat mencoba melihat ke dalam sumur menggunakan senter. Namun, kedalaman dan kondisi dalam sumur yang gelap membuat mereka tidak dapat memastikan keberadaan Amin. Situasi ini semakin mendesak ketika warga merasakan adanya bau gas yang menyengat, yang membuat salah satu warga, Oyo, harus menghentikan upaya turun ke dalam sumur karena sesak napas.

Kedatangan Warga

Seiring waktu, lebih banyak warga mulai berdatangan ke lokasi untuk memberikan bantuan. Mereka terus menyorotkan lampu ke dalam sumur, dan sekitar pukul 19.00 WIB, keberadaan Amin akhirnya terlihat. Kepalanya tampak bersandar pada dinding sumur sementara tubuhnya terbenam dalam air dan lumpur.

Proses Evakuasi yang Sulit

Warga setempat segera berupaya mengurangi genangan air di dalam sumur dengan menggunakan ember yang diangkat dengan tambang. Namun, upaya tersebut tidaklah mudah. Ketua Forum Kesiapsiagaan Bencana (FK Tagana) Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, menyatakan bahwa proses evakuasi korban sangat menantang. Hal ini disebabkan oleh ukuran sumur yang sempit, kedalamannya yang ekstrem, serta ancaman ular yang mungkin ada di dalamnya.

Kedatangan Tim Penyelamat

Tim gabungan dari Tagana dan Basarnas tiba di lokasi sekitar pukul 19.30 WIB. Setelah melakukan asesmen terhadap situasi, mereka mulai merencanakan langkah-langkah evakuasi yang paling aman untuk mengangkat Amin dari dasar sumur yang sangat berbahaya ini.

Dampak dan Reaksi Masyarakat

Kejadian ini telah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga Amin dan masyarakat sekitar. Banyak yang merasa kehilangan, terutama karena Amin dikenal sebagai sosok yang baik dan ramah di lingkungan tempat tinggalnya. Tragedi ini juga menyadarkan warga akan pentingnya menjaga keamanan sekitar, terutama terkait dengan sumur-sumur tua yang tidak terpelihara.

Pentingnya Kesadaran Keamanan

Insiden ini menggarisbawahi betapa pentingnya untuk menjaga dan menutup sumur-sumur yang tidak lagi digunakan. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depan:

  • Menutup sumur yang tidak digunakan dengan penutup yang aman
  • Melakukan pemeriksaan rutin terhadap sumur yang masih digunakan
  • Menyediakan tanda peringatan di sekitar area berbahaya
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya sumur tidak terawat
  • Melibatkan pemerintah setempat dalam upaya pemeliharaan infrastruktur

Kesimpulan dari Insiden Ini

Tragedi yang menimpa Amin tidak hanya menjadi pelajaran berharga bagi keluarganya, tetapi juga bagi seluruh masyarakat. Penting untuk lebih waspada terhadap lingkungan sekitar dan mengambil tindakan preventif untuk menghindari kejadian serupa. Semoga peristiwa ini mendorong kesadaran akan keselamatan dan keamanan dalam kehidupan sehari-hari.

➡️ Baca Juga: IHSG Hari Ini Dibuka Melemah di 6.408, Pasar Perhatikan Pergerakan BI Rate

➡️ Baca Juga: PSSI Tingkatkan Sistem Pemanduan Bakat Melalui Pengembangan Talenta FIFA

Related Articles

Back to top button