uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

kpkgg
Megapolitan

Jakarta Menjadi Tuan Rumah Sarasehan Keraton Nusantara dengan 200 Raja dan Sultan yang Diundang

Jakarta – Dalam sebuah langkah bersejarah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan Sarasehan Nasional Keraton Nusantara dan Musyawarah Agung Raja-Sultan Nusantara Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 15 hingga 18 Oktober 2026. Kegiatan ini diharapkan akan dihadiri oleh sekitar 150 hingga 200 raja, sultan, pemangku adat, dan para pelestari budaya dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Acara ini tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya para pemangku keraton, tetapi juga menjadi wadah untuk mendiskusikan peran mereka dalam menjaga keutuhan dan persatuan bangsa.

Peran Penting Sarasehan Keraton Nusantara

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochammad Miftahulloh Tamary, menjelaskan bahwa forum ini bertujuan untuk menciptakan kesempatan bagi para pemangku keraton dalam bertukar pandangan. Diskusi ini akan berfokus pada peran keraton dalam memperkuat persatuan nasional serta upaya pelestarian warisan budaya yang semakin mendesak, terutama menjelang peringatan lima abad Jakarta.

“Para peserta akan membahas bagaimana keraton berfungsi sebagai simbol persatuan bangsa, tantangan dalam pelestarian budaya, serta kolaborasi yang diperlukan untuk menjadikan Jakarta sebagai etalase budaya Nusantara dalam peringatan lima abad kota ini,” ungkap Miftahulloh dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Jakarta.

Sinergi Antara Pemprov DKI dan Keraton

Menurut Miftahulloh, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai pihak terkait demi kelancaran acara ini. Dukungan yang diberikan mencakup berbagai fasilitas bagi peserta agar mereka dapat lebih memahami kekayaan sejarah dan budaya Ibu Kota Jakarta.

Acara ini juga akan mencakup pertunjukan seni dan kunjungan ke beberapa museum di Jakarta pada tanggal 15 Oktober 2026. Museum yang menjadi tujuan termasuk Museum Sejarah Jakarta, Museum Seni Rupa dan Keramik, serta Museum Wayang. Ketiga museum ini dipilih karena mewakili kekayaan budaya dan seni yang ada di Nusantara.

Kunjungan Budaya ke Museum

Kunjungan ke museum diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada para peserta mengenai upaya pelestarian warisan budaya yang dilakukan di Jakarta. Miftahulloh menambahkan, “Jakarta memiliki beragam kekayaan budaya, dan kami berharap kunjungan ini dapat memberikan wawasan tentang pelestarian warisan budaya yang ada di kota ini.”

Momentum Penyatuan Aspirasi Keraton

Ketua Umum FSKN, YM Brigjen Pol. (Purn.) Mapparessa, mengungkapkan bahwa pertemuan ini merupakan momen penting untuk menyatukan aspirasi para pemangku keraton dari berbagai daerah. Forum ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara keraton dengan pemerintah pusat dan daerah dalam melindungi warisan budaya serta mengembangkan ekonomi kreatif dan pariwisata budaya.

Mapparessa menjelaskan bahwa keraton memiliki peran historis yang signifikan dalam perjalanan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya usaha bersama untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya tersebut agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Mendorong Perlindungan Budaya Melalui Hukum

“Keraton-keraton Nusantara merupakan akar persatuan bangsa Indonesia. Melalui sarasehan ini, kami ingin mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendorong pembentukan kerangka hukum yang dapat melindungi warisan leluhur. Kami juga ingin menjadikan Jakarta sebagai jendela utama untuk memperkenalkan keindahan budaya Nusantara kepada dunia,” tuturnya.

Dalam forum ini, sejumlah narasumber dari kementerian, pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku adat akan menyampaikan pandangan mereka mengenai pelestarian budaya keraton serta pengembangan kebudayaan Jakarta. Diharapkan, diskusi ini akan menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah.

Agenda Utama Forum

  • Pengesahan Undang-Undang Perlindungan dan Pelestarian Budaya Keraton Nusantara
  • Rekomendasi program pengembangan budaya Jakarta
  • Diskusi mengenai tantangan dan peluang pelestarian budaya
  • Evaluasi kerjasama antara keraton dan pemerintah
  • Pembentukan jaringan keraton untuk kolaborasi budaya

Karnaval Sarendo-Rendo sebagai Penutup Acara

Salah satu agenda menarik dalam rangkaian kegiatan FSKN 2026 adalah kehadiran para raja dan sultan dalam Karnaval Sarendo-Rendo yang akan diselenggarakan di Bundaran Hotel Indonesia pada tanggal 18 Oktober 2026. Partisipasi mereka dalam acara yang mengusung nuansa Betawi ini diharapkan dapat menunjukkan keragaman budaya Jakarta yang terbentuk dari pertemuan berbagai tradisi Nusantara dan internasional.

Jakarta: Ruang Perjumpaan Budaya

Jakarta sering kali dipandang sebagai ruang bagi perjumpaan berbagai latar belakang budaya yang hidup berdampingan di tengah masyarakat. Kehadiran para pemangku adat dari berbagai daerah dalam acara ini merupakan bagian dari upaya untuk mempererat hubungan antar daerah serta memperkenalkan tradisi keraton kepada masyarakat luas.

Dengan demikian, Sarasehan Keraton Nusantara bukan sekadar sebuah acara, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, keraton, dan masyarakat, diharapkan akan lahir inovasi dalam pengembangan budaya yang dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, serta menjadikan Jakarta sebagai pusat budaya yang menarik di kancah nasional maupun internasional.

➡️ Baca Juga: Bandara Soetta Alami Peningkatan Jumlah Penumpang Secara Signifikan

➡️ Baca Juga: ONE HUNDRED Menolak Pemutusan Kontrak bagi 9 Anggota THE BOYZ secara Resmi

Related Articles

Back to top button