Persiapan Fisik Reza Rahadian Menjadi Tentara dalam Descendants of the Sun Indonesia

Jakarta – Reza Rahadian, aktor berbakat Indonesia, baru-baru ini berbagi rasa antusiasme sekaligus tantangan yang ia hadapi ketika mendapatkan peran utama dalam film “Descendants of the Sun” (DotS) versi Indonesia. Film yang disutradarai dan diproduksi oleh Hanung Bramantyo ini menjadi momen spesial bagi Reza, karena ia kembali bekerja sama dengan sosok yang dianggapnya sebagai mentor dalam kariernya. Reza mengakui bahwa tawaran tersebut tidak memerlukan banyak pertimbangan, mengingat pengalaman berharga yang selalu ia dapatkan dari proyek-proyek Hanung sebelumnya. Ia bahkan meraih Piala Citra pertamanya berkat perannya dalam film “Perempuan Berkalung Sorban” yang juga merupakan garapan Hanung. “Berkaitan dengan Mas Hanung dan karyanya, saya merasa sangat personal. Saya tumbuh dan berkembang di bawah bimbingannya. Saya sangat senang melihat hasilnya, terutama proses syuting yang memerlukan komitmen tinggi,” ungkap Reza saat ditemui di Jakarta International Convention Center.
Persiapan Fisik yang Matang
Dalam film ini, Reza dituntut untuk menghidupkan karakter yang memiliki kekuatan emosional, serta mampu menyampaikan kisah melalui gestur dan ekspresi mata. Arahan dari Hanung menjadi panduan penting selama proses persiapan. “Saya ingat sekali pesan Mas Hanung saat reading, ‘Saya benar-benar membutuhkan karakter ini terlihat lewat sorot matanya, bagaimana dia menyampaikan dialognya, karena ini bukan sekadar kisah cinta biasa.’ Beban yang saya rasakan cukup berat untuk memainkan peran ini,” lanjut Reza.
Untuk memenuhi tuntutan karakter tersebut, Reza melakukan berbagai persiapan fisik dan pendalaman karakter sebelum memulai syuting. Ia berusaha keras membentuk kondisi fisiknya agar sesuai dengan seragam militer yang akan ia kenakan. “Saya berusaha sebaik mungkin untuk melakukan PR yang diperlukan oleh karakter ini. Saya mencoba berolahraga sebanyak mungkin untuk pas dengan seragam, dan mempelajari apa yang ingin disampaikan oleh Mas Hanung lewat karakter ini,” ujarnya.
Latihan Fisik dan Mental
Persiapan tidak hanya berhenti pada latihan fisik. Reza juga mendapatkan pelatihan mengenai dunia militer yang sangat membantu dalam mendalami karakternya. Tim produksi Dapur Film memberikan pelatihan khusus agar para pemain memahami sistem komando serta istilah yang umum digunakan di lingkungan militer. “Kami mengikuti latihan untuk memahami military language. Tim produksi sangat serius mempersiapkan kami mengenai bagaimana sistem komando beroperasi, termasuk istilah-istilah yang berkaitan dengan menembak,” jelasnya.
- Latihan fisik untuk membentuk tubuh ideal
- Pemahaman tentang istilah militer
- Pembekalan mengenai sistem komando
- Latihan untuk menguasai military language
- Sesi reading intensif untuk karakterisasi
Seluruh persiapan tersebut dilakukan dalam waktu yang panjang sebelum proses syuting dimulai. Selain latihan fisik dan pemahaman tentang dunia militer, para pemain juga menjalani sesi reading secara intensif untuk memastikan bahwa setiap karakter dapat ditampilkan secara maksimal. “Persiapan kami berlangsung cukup lama sebelum syuting, dengan sesi reading yang intensif untuk mendapatkan karakter yang sesuai,” tutup Reza.
Adaptasi Internasional yang Menarik
“Descendants of the Sun” adalah karya drama Korea yang telah mencapai popularitas global. Hak penayangannya telah diekspor ke 32 negara, dan serial tersebut telah ditonton di hampir 100 negara melalui berbagai platform OTT global. Adaptasi versi Indonesia ini menjadi yang pertama dalam format film setelah sejumlah negara sebelumnya mengadaptasi cerita ini dalam format serial. Proyek ini juga menandai kolaborasi film antara Indonesia dan Korea Selatan.
Film ini diadaptasi dari serial televisi Korea berjudul “Descendants of the Sun”, yang diproduksi oleh NEW, disutradarai oleh Lee Eung-bok, serta ditulis oleh Kim Eun-sook dan Kim Won-suk. Dalam proyek versi Indonesia, rumah produksi Dapur Film bekerja sama dengan RFA, NEWKO Global Entertainment, NEW, Barunson C&C, D BAY FILM FACTORY SDN. BHD, serta Dwi Warna Sentosa (Tobali Film), dan Piring Langit. Untuk distribusi internasional, Barunson E&A diandalkan untuk menjual film tersebut ke pasar global, sementara Contents Panda, anak perusahaan NEW, akan menangani distribusi di Korea Selatan.
Menjadi Tentara di Layar Lebar
Menjadi seorang tentara dalam sebuah film bukanlah tugas yang mudah. Reza harus beradaptasi dengan karakter yang memiliki latar belakang dan perilaku yang sangat berbeda dari dirinya. “Saya harus memahami psikologi seorang tentara, bagaimana mereka berpikir dan bertindak dalam situasi yang penuh tekanan,” ujarnya. Persiapan ini melibatkan lebih dari sekadar fisik, tetapi juga mental dan emosional.
Reza menyadari bahwa karakter yang ia perankan memiliki kedalaman yang tidak bisa dianggap remeh. Ia harus mampu menampilkan emosi yang kompleks, serta menggambarkan dinamika hubungan antar karakter dalam konteks militer. “Saya berusaha menciptakan kedalaman emosional dalam karakter ini, agar penonton dapat merasakan apa yang dialami oleh karakter tersebut,” tambahnya.
Pentingnya Pelatihan dan Persiapan
Pelatihan yang didapat Reza bersama para pemain lainnya sangat penting untuk menciptakan keaslian dalam film ini. Latihan tidak hanya mencakup fisik, tetapi juga teknik akting yang sesuai dengan karakter yang diperankan. Setiap detail, dari cara berbicara hingga gerakan tubuh, harus diperhatikan agar dapat memberikan performa terbaik.
Dalam proses ini, Reza juga berbagi pengalaman dan belajar dari rekan-rekan sesama pemain. Kerjasama tim menjadi elemen kunci dalam menciptakan suasana yang mendukung di lokasi syuting. “Kami saling mendukung dan berbagi tips untuk meningkatkan performa masing-masing,” ujarnya.
Proses Syuting yang Menantang
Setelah melalui berbagai tahap persiapan, saatnya bagi Reza dan tim untuk memasuki proses syuting. Dengan komitmen yang tinggi, mereka bekerja keras untuk menghasilkan film yang berkualitas. “Proses syuting itu tidak mudah, tetapi kami semua berusaha memberikan yang terbaik,” kata Reza.
Setiap adegan diambil dengan perhatian yang detail, memastikan bahwa setiap elemen film bisa ditangkap dengan baik. Reza merasa bersyukur dapat menjadi bagian dari proyek yang begitu signifikan ini, dan berharap penonton dapat merasakan pesan yang ingin disampaikan melalui film ini.
Kesimpulan yang Menginspirasi
Persiapan fisik Reza Rahadian untuk film “Descendants of the Sun” versi Indonesia mencerminkan dedikasinya sebagai seorang aktor. Dengan melalui berbagai pelatihan fisik, mental, dan emosional, Reza berusaha untuk menampilkan karakter yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga kaya akan emosi. Film ini menjanjikan pengalaman yang mendalam bagi penonton, serta menjadi langkah penting dalam kolaborasi perfilman antara Indonesia dan Korea Selatan.
➡️ Baca Juga: Kim Ji Won Memilih Pulang Tenggo di Tengah Drama Doctor X, Anti Lembur!
➡️ Baca Juga: Pusat Informasi Geopark Rinjani Resmi Dibuka di NTB untuk Tingkatkan Pariwisata Lokal




