Tenis Meja Indonesia di Asian Games 2026: Tersingkir dari Beregu, Perjuangan Masih Berlanjut

Pertandingan tenis meja Indonesia di Asian Games 2026 yang berlangsung di Aichi-Nagoya telah berakhir dengan hasil yang mengecewakan, terutama bagi tim beregu putra dan putri yang harus tersingkir di fase grup. Meskipun demikian, semangat juang tim Merah Putih belum padam, karena mereka masih memiliki kesempatan untuk berkompetisi di nomor perorangan, baik di kategori ganda maupun tunggal. Indonesia mengirimkan total 12 atlet, terdiri dari enam putra dan enam putri, untuk bersaing di ajang bergengsi ini.
Komposisi Tim Tenis Meja Indonesia
Tim tenis meja Indonesia yang berlaga di Asian Games 2026 terdiri dari para atlet muda berbakat. Di sektor putra, terdapat nama-nama seperti Muhammad Bima Abdi Negara, Muhammad Naufal Junindra Irawan, Affan Mauladana Pratama, Gusti Syaiful Desrizal, Muhammad Kahfi Inzaghi, dan Braydon Juvensim Susilo. Sementara itu, tim putri diisi oleh Citra Rasmi, Almaira Nebuchadnezzar, Komang Anik Sudarnita, Cindy Marcella Putri, Ni Ketut Devinta Maharani, dan Siti Aminah. Dengan komposisi ini, Indonesia berharap dapat meraih prestasi yang membanggakan.
Performa Tim Putra di Fase Grup
Tim putra Indonesia menghadapi tantangan berat di fase grup. Mereka memulai kompetisi dengan kekalahan 0-3 dari India, namun bangkit dengan kemenangan 3-0 atas Pakistan. Pada pertandingan terakhir melawan Iran, Indonesia tidak mampu mempertahankan momentum. Meskipun Muhammad Negara berhasil merebut gim pembuka, akhirnya, Indonesia kalah 1-3. Hasil ini membuat Indonesia hanya finis di posisi ketiga Grup F, dengan total empat poin, di bawah Iran dan India yang melaju lebih jauh.
- Kekalahan dari India: 0-3
- Kemenangan melawan Pakistan: 3-0
- Kekalahan dari Iran: 1-3
- Finis di posisi ketiga Grup F
- Total poin yang diperoleh: 4
Rincian Pertandingan Melawan Iran
Dalam pertandingan melawan Iran, Muhammad Negara memulai dengan baik di partai pertama melawan Noshad Alamiyan. Setelah memenangkan gim pembuka dengan skor 11-9, dia tidak mampu mempertahankan keunggulan dan kalah 2-3. Di partai kedua, Muhammad Junindra berhadapan dengan Nima Alamian. Meskipun berhasil merebut gim ketiga, Junindra harus mengakui keunggulan lawan dan kalah 1-3. Affan Pratama sempat memberikan harapan dengan kemenangan atas Aryan Ghaffari, tetapi Muhammad Negara yang tampil di partai keempat kembali kalah, memastikan Indonesia tersingkir dari nomor beregu putra.
Perjuangan Tim Putri di Asian Games
Di sisi lain, tim putri Indonesia juga mengalami nasib serupa. Mereka lebih dulu tersingkir setelah kalah 0-3 dari Singapura pada laga terakhir Grup F. Tim ini memulai fase grup dengan kekalahan dari India, namun berhasil bangkit dengan kemenangan 3-0 atas Pakistan. Meskipun demikian, hasil akhir tidak cukup untuk membawa mereka melanjutkan langkah ke fase berikutnya, dengan total empat poin dan posisi ketiga di grup.
Pertandingan Tim Putri Melawan Singapura
Pada laga melawan Singapura, tim putri Indonesia tidak mampu menunjukkan performa terbaik. Almaira Nebuchadnezzar kalah 0-3 dari Zhao Tan, diikuti oleh Cindy Putri yang juga menyerah 1-3 dari Lin Qian Ser. Terakhir, Ni Maharani yang menjadi harapan harus mengakui keunggulan Ming Loy dengan skor 0-3. Hasil ini membuat Indonesia harus mengakhiri perjuangan di nomor beregu putri, sementara India dan Singapura melaju ke babak selanjutnya.
Harapan di Nomor Ganda
Meskipun tim beregu putra dan putri telah tersingkir, harapan Indonesia masih ada di nomor ganda. Di ganda putri, pasangan Ni Maharani dan Komang Sudarnita berhasil melaju ke babak 32 besar setelah mengalahkan pasangan dari Suriah, Rashel Abboud dan Hend Zaza, dengan skor 3-0. Pertandingan tersebut berlangsung selama 20 menit dengan dominasi penuh dari pasangan Indonesia.
Ganda Putri Lainnya dan Ganda Campuran
Pasangan ganda putri lainnya, Cindy Putri dan Citra Rasmi, juga berhasil melangkah ke babak selanjutnya setelah menang 3-2 atas wakil Maladewa, Aishath Nazim dan Fathimath Ali. Mereka harus berjuang keras hingga lima gim untuk meraih kemenangan tersebut. Selain itu, di nomor ganda campuran, pasangan Affan Pratama dan Cindy Putri menunjukkan semangat juang yang tinggi dengan berhasil membalikkan keadaan setelah tertinggal dua gim, akhirnya meraih kemenangan 3-2 atas pasangan Iran.
- Ni Maharani/Komang Sudarnita: menang 3-0 melawan Suriah
- Cindy Putri/Citra Rasmi: menang 3-2 melawan Maladewa
- Affan Pratama/Cindy Putri: menang 3-2 melawan Iran
- Ganda putri melanjutkan ke babak 32 besar
- Ganda campuran juga melaju ke babak berikutnya
Persiapan untuk Nomor Tunggal
Perjuangan tenis meja Indonesia berlanjut ke nomor tunggal, yang dijadwalkan dimulai pada tanggal 23 September. Di Sky Hall Toyota, baik kategori tunggal putra maupun putri akan dipertandingkan, bersamaan dengan babak lanjutan ganda campuran dan ganda putra. Atlet-atlet Indonesia berharap dapat menunjukkan performa terbaik mereka di nomor perorangan ini, setelah melewati tantangan di nomor beregu.
Jadwal Pertandingan Nomor Tunggal
Nomor tunggal putra dan putri akan dimulai pada pukul 08.00 WIB, dan diharapkan menjadi momen penting bagi para atlet Indonesia untuk membuktikan kemampuan mereka. Selain itu, dukungan dari para penggemar dan masyarakat akan menjadi motivasi tambahan bagi tim untuk berjuang keras di setiap pertandingan.
Dengan semangat juang yang tinggi, tim tenis meja Indonesia tetap optimis untuk menghadapi sisa kompetisi di Asian Games 2026. Meskipun langkah di nomor beregu terhenti, harapan untuk meraih medali masih ada di nomor perorangan. Semua mata kini tertuju pada prestasi para atlet yang akan berjuang untuk meraih kemenangan dan mengharumkan nama bangsa.
➡️ Baca Juga: Pejabat Blora Mengakui Penggunaan Mobil Dinas di Luar Daerah Saat Lebaran 2026
➡️ Baca Juga: Alasan Indonesia Menjadi Pasar Awal Roblox Kids dan Roblox Select yang Menarik




