Dosen ULM Perkenalkan Wisata Panjat Tebing Nateh di Kalsel untuk Daya Tarik Wisatawan

Desa Nateh yang terletak di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, kini menjadi sorotan berkat upaya pengembangan wisata panjat tebing yang dipelopori oleh Nuruddin Wiranda, seorang dosen Pendidikan Komputer di Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Dengan memanfaatkan teknologi pemetaan wilayah, Nuruddin, yang akrab disapa Wira, berkomitmen untuk menarik perhatian wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, untuk menjelajahi keindahan alam yang ditawarkan oleh daerah ini.
Menggali Potensi Wisata di Nateh
Dalam pernyataannya, Wira menjelaskan bahwa pengembangan wisata panjat tebing ini merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk menciptakan destinasi petualangan yang berkelanjutan. “Kami berencana untuk mengintegrasikan pemetaan wilayah berbasis teknologi guna memberikan informasi yang akurat dan mudah diakses tentang lokasi-lokasi panjat tebing yang ada,” ungkapnya. Dengan pendekatan ini, diharapkan para wisatawan dapat merencanakan kunjungan mereka lebih efisien.
Pembukaan Jalur Panjat Tebing Baru
Sebagai bagian dari inisiatif ini, Wira dan timnya telah membuka dua jalur baru panjat tebing di Tebing Batu Sawar, yang berlangsung pada 18-20 September 2026. Ini merupakan langkah konkret dalam mempromosikan potensi olahraga ekstrem di Kalimantan Selatan. Jalur yang dibuka terdiri dari jalur panjat petualangan setinggi 90 meter dan jalur panjat rekreasi setinggi 20 meter, memberikan pengalaman yang berbeda bagi para pemanjat dari berbagai tingkat keahlian.
Kolaborasi untuk Kesuksesan
Pembukaan jalur panjat ini melibatkan berbagai organisasi dan komunitas, termasuk Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalimantan Selatan, Vertical Rescue Kalsel, dan sejumlah kelompok pemanjat lokal. Kerja sama ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan kelestarian lingkungan selama kegiatan berlangsung. “Bersama-sama, kami ingin menjadikan Tebing Batu Sawar sebagai destinasi panjat tebing yang aman dan menyenangkan,” tambah Wira.
Melalui sinergi ini, mereka berharap dapat mengembangkan kawasan ini menjadi pusat wisata petualangan yang tidak hanya menawarkan adrenalin, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan dan keberlanjutan lingkungan. Keterlibatan masyarakat lokal dalam proyek ini juga menjadi fokus utama, di mana mereka diajak untuk berpartisipasi dalam pengelolaan dan pengembangan destinasi wisata.
Keindahan Alam sebagai Daya Tarik
Desa Nateh memiliki bentang alam yang kaya akan keindahan, dengan pegunungan, sungai berbatu, dan gua yang menambah daya tarik destinasi ini. “Kawasan Pegunungan Meratus memberikan latar belakang yang spektakuler untuk kegiatan panjat tebing, dan kami percaya ini akan menarik minat para wisatawan,” jelas Wira. Potensi alam yang ada di Nateh sangat mendukung kegiatan wisata petualangan, dan pengelolaannya harus dilakukan dengan bijak.
Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Lokal
Pengembangan wisata panjat tebing di Nateh diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, akan ada permintaan untuk berbagai layanan, seperti pemanduan, penyewaan perlengkapan, transportasi, dan akomodasi. Berbagai usaha lokal pun dapat berkembang, menciptakan lapangan kerja baru bagi penduduk setempat.
- Pemanduan wisata untuk pemanjat
- Penyewaan perlengkapan panjat tebing
- Transportasi menuju lokasi
- Konsumsi di warung lokal
- Akomodasi dan penginapan
Wira juga menekankan pentingnya pengelolaan yang ramah lingkungan dalam setiap aktivitas yang dilakukan. “Kami mendorong penggunaan sumber daya alam secara bertanggung jawab, sehingga keindahan alam yang ada dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” ujarnya.
Peran Dosen dalam Pengabdian Masyarakat
Keterlibatan Wira dalam proyek ini juga mencerminkan komitmennya terhadap tridarma perguruan tinggi, terutama dalam hal pengabdian kepada masyarakat. Melalui partisipasi aktif dalam pengembangan wisata panjat tebing, Wira dan rekan-rekannya berupaya untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Kami ingin agar kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi wisatawan, tetapi juga bagi masyarakat lokal,” tambahnya.
Inisiatif ini juga membuka peluang untuk memperkuat kemitraan antara ULM dan berbagai organisasi profesi serta komunitas lokal. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan potensi daerah dapat berkembang dengan lebih optimal, membawa manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat.
Masa Depan Wisata Panjat Tebing di Nateh
Dengan semua upaya yang dilakukan, masa depan wisata panjat tebing di Nateh terlihat cerah. Kombinasi antara keindahan alam, jalur panjat yang telah dibuka, dan dukungan dari berbagai pihak menjadikan Desa Nateh sebagai salah satu destinasi petualangan yang patut diperhitungkan. “Kami optimis bahwa dengan kerja keras dan kerjasama, wisata panjat tebing Nateh akan menjadi salah satu ikon olahraga ekstrem di Kalimantan Selatan,” pungkas Wira.
Pengembangan ini tidak hanya akan meningkatkan jumlah pengunjung, tetapi juga mempromosikan nilai-nilai keberlanjutan dan tanggung jawab dalam berwisata. Melalui pendekatan yang inklusif dan partisipatif, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat dari pertumbuhan sektor pariwisata ini.
➡️ Baca Juga: Klasemen Liga Italia Terkini: AS Roma Memimpin, Como Masuk Empat Besar
➡️ Baca Juga: Risiko Konflik Hukum Asing dalam Kebijakan Larangan Media Sosial untuk Anak di Australia




