happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

slot depo 10k slot depo 10k
Ekonomi

Pertamina Capai 101% pada Bisnis Rendah Karbon, Lampaui Target Emisi 2026

Jakarta – Dalam waktu kurang dari satu tahun sejak peluncurannya, PT Pertamina (Persero) berhasil mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pengurangan emisi yang telah melampaui target yang ditetapkan untuk tahun 2026. Selama semester pertama tahun ini, dari Januari hingga Juni, program dekarbonisasi yang dijalankan oleh Pertamina Group mencapai 118% dari target yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Capaian ini merupakan bagian integral dari strategi Environmental, Social, and Governance (ESG) Pertamina, yang tidak hanya berfokus pada pengurangan emisi, tetapi juga pada pengembangan bisnis rendah karbon dan peningkatan tata kelola perusahaan.

Pertamina dan Komitmennya terhadap Dekarbonisasi

Menurut Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, dekarbonisasi merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pencapaian Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060. “Sebagai perusahaan energi terkemuka di dunia, Pertamina berkomitmen untuk menjalankan prinsip ESG sesuai dengan standar global. Dekarbonisasi yang kami lakukan juga merupakan bagian dari dukungan terhadap target pemerintah untuk mencapai NZE pada tahun 2060,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Bisnis Rendah Karbon: Capaian Menggembirakan

Lebih lanjut, Baron menjelaskan bahwa Pertamina telah berhasil mengembangkan bisnis rendah karbon (Low Carbon Business) dengan pencapaian mencapai 101% dari target RKAP 2026. Keberhasilan ini menunjukkan performa yang solid dalam mendorong inisiatif pengembangan energi yang ramah lingkungan. “Pencapaian ini didukung oleh program-program utama seperti bioethanol, biofuel, dan efisiensi energi yang telah berhasil melampaui target yang ditetapkan,” ungkapnya.

Inisiatif Program ESG Pertamina

Program-program lain yang juga dijalankan Pertamina dalam kerangka ESG, seperti pengadaan berkelanjutan, penganggaran berkelanjutan, dan pemberdayaan masyarakat, menunjukkan hasil yang positif. Secara keseluruhan, kinerja tata kelola perusahaan mencapai 102% dari target yang ditetapkan. “Keberhasilan ini mencerminkan efektivitas pelaksanaan program, terutama dalam aspek tata kelola, sosial, dan sistem pendukung keberlanjutan,” jelas Baron.

Peringkat ESG Pertamina di Dunia

Baron menegaskan bahwa keberhasilan Pertamina dalam mengimplementasikan prinsip ESG secara menyeluruh telah mengukuhkan posisinya sebagai perusahaan dengan peringkat ESG teratas di dunia untuk sub-industri minyak dan gas terintegrasi. Dalam penilaian oleh Carbon Disclosure Project (CDP), Pertamina berhasil meraih skor B untuk kategori perubahan iklim dan A- untuk keamanan air. Dalam hal tata kelola, Pertamina mencatatkan skor Good Corporate Governance (GCG) tahun 2025 sebesar 97,14 persen, yang tergolong dalam kategori “Sangat Baik”.

Dampak Positif dari Implementasi ESG

Berbagai pencapaian ini memberikan motivasi bagi Pertamina untuk terus meningkatkan pengelolaan lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola perusahaan. Menurut Baron, bagi Pertamina, keberlanjutan dan prinsip ESG tidak hanya merupakan kewajiban, tetapi juga menghasilkan dampak nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan keberlanjutan bisnis.

Pengembangan Energi Rendah Karbon

Dalam upaya mengembangkan bisnis rendah karbon, Pertamina terus mendorong penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF), biogasoline, biodiesel, dan pembangkit energi yang ramah lingkungan. Untuk pengembangan SAF, Pertamina menargetkan volume pengangkutan sebesar 27.000 kiloliter (KL) dan penjualan sebanyak 6.000 KL pada tahun 2026.

Penjualan Biogasoline yang Meningkat

Pertamina juga mengembangkan biogasoline melalui pencampuran bioetanol sebesar lima persen pada bensin RON 95. Selama periode Januari hingga Juni 2026, penjualan biogasoline tercatat mencapai 23.280 KL. Keberlanjutan ini sejalan dengan perkembangan regulasi, transformasi portofolio menuju energi hijau, serta aksi korporasi yang dilakukan oleh perusahaan.

Pertamina sebagai Pelopor Energi Hijau

Pencapaian tersebut telah menempatkan Pertamina sebagai pelopor dalam transisi menuju energi hijau di Indonesia. Pada ajang KESGI Award 2026 yang diadakan oleh Katadata ESG Sustainability Insight (KESGI), Pertamina mendapatkan pengakuan atas upayanya dalam keberlanjutan dan inovasi energi.

  • Pencapaian pengurangan emisi 118% dari target RKAP 2026.
  • Pengembangan bisnis rendah karbon mencapai 101% dari target yang ditetapkan.
  • Skor B untuk perubahan iklim dan A- untuk keamanan air dari CDP.
  • Skor GCG sebesar 97,14 persen dengan kategori “Sangat Baik”.
  • Target penjualan SAF sebesar 6.000 KL pada 2026.

Dengan pencapaian yang membanggakan ini, Pertamina menunjukkan komitmennya untuk menjadi pemimpin dalam industri energi yang berkelanjutan, serta berkontribusi pada pengurangan emisi dan pengembangan bisnis rendah karbon yang lebih luas. Melalui strategi yang matang dan implementasi yang efektif, Pertamina tidak hanya memenuhi target perusahaan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung visi Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060.

➡️ Baca Juga: Pejabat Blora Mengakui Penggunaan Mobil Dinas di Luar Daerah Saat Lebaran 2026

➡️ Baca Juga: LRT Jabodebek Meningkatkan Konektivitas Transportasi di Wilayah Urban

Related Articles

Back to top button